Minggu, 21 Juni 2026

Sulteng Diproyeksikan Akan Jadi Pusat Industri Manufaktur

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Rabu, 26 Juni 2019 | 14:52 WIB
Jakarta, NAWACITA - Sulawesi Tengah (Sulteng) diyakini akan menjadi pusat industri manufaktur pada 2024. Ini lantaran daerah terserbut miliki cadangan sumber daya alam nikel hingga gas bumi yang akan memicu daerah tersebut sebagai pusat basis pertumbuhan strategis.

“Sulawesi Tengah memiliki keunggulan komparatif dengan cadangan sumber daya nickel pig iron, biji besi dan gas yang sangat bisa diandalkan. Saya optimis tahun 2024, daerah ini akan menjadi pusat industri manufaktur di Pulau Sulawesi,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI Ahmad M Ali di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Ali mengemukakan, Sulteng merupakan provinsi terbesar di Pulau Sulawesi dengan luas wilayah daratan 68,033 kilometer persegi dan luas laut mencapai 189,480 kilometer persegi.


Wilayah tersebut memiliki tantangan dari sisi konektivitas, mencakup semenanjung bagian timur dan sebagian semenanjung bagian utara serta Kepulauan Togean di Teluk Tomini dan pulau-pulau di Banggai Kepulauan di Teluk Tolo hingga ke perbatasan Sulawesi Tenggara. Terlebih, sebagjan besar daratan di provinsi ini berupa pegunungan.

“42,8 persen berada di atas ketinggian 500 meter dari permukaan laut dan Katopasa adalah gunung tertinggi dengan ketinggian 2.835 meter dari permukaan laut, kita butuh infrastruktur yang besar sekali,” jelas dia, dikutip Liputan6.com

Kendala lain yang harus dicari solusinya, lanjut Ali, adalah perbedaan sebaran sumber daya alam dan iklim membuat pertumbuhan tidak merata. Tantangan itu kata dia dalam bentuk ketimpangan pembangunan antar daerah, di mana ada yang pertumbuhannya tinggi. Hal ini karena sumber daya alam yang besar seperti minyak dan gas, tambang nikel perkebunan dan sebagainya, sementara daerah lain terbatas.

“Konektivitas melalui perbaikan dan penambahan infrastruktur darat, laut, dan udara adalah kunci untuk membangun pemerataan pembangunan melalui daya pacu keunggulan kompetitif dan komparatif di masa mendatang,” paparnya.


(ANT)

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini