Jakarta NAWACITA – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pelaksanaan pemilu diyakininya tidak perlu dikhawatirkan akan mempengerauhi kondisi perekonomian Indonesia.
Ia pun meyakini pelaksanaan pemilu nasional berlangsung aman dengan pondasi demokrasi yang lebih baik.
Saat menghadiri Seminar Fitch Ratings Indonesia Credit Briefing dengan tema 'Fitch on Indonesia - The Election, Macro Economy and Credit Market' di Jakarta, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga mengungkapkan, ia berkomitmen terus menjaga kredibilitas kebijakan keuangan demi menjaga stabilitas perekonomian.
Ia menyebutkan, pemilu serentak berupa pemilihan presiden dan anggota legislatif yang berlangsung tahun ini akan menyebarkan tensi politik ke berbagai arah, tidak terpusat ke satu titik.
Sri Mulyani juga mengatakan, pemilu dipastikan tidak akan mengorbankakn stabilitas makroekonomi.
"Apa yang Indonesia dapat tunjukkan adalah tidak perlu ada yang dikorbankan antara tiga hal, pemilu, kondisi makroekonomi, dan pertumbuhan kredit. Misalnya, jika ingin menggelar pemilu maka stabilitas makroekonomi harus dikorbankan. Itu tidak terjadi di Indonesia," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (20/3).
Sri Mulyani memaparkan, Pemilu merupakan waktu yang tepat untuk mempercepat reformasi lebih jauh dan lebih dalam.
“Karena kami sangat meyakini siklus demokrasi ini bukan penghalang bagi kami untuk melakukan hal yang tepat bagi negara khususnya membangun negara untuk mencapai tujuannya dalam menciptakan kemakmuran bagi semua," ujarnya
Sri Mulyani justru lebih mencermati kondisi perekonomian eksternal. Dalam hal ini, potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS), perkembangan ekonomi China, perkembangan harga komoditas, hingga tensi perdagangan antara AS dengan China maupun Eropa.
"Di sisi fiskal, kami akan melakukan kebijakan yang dibutuhkan untuk merespon tekanan dari eksternal," ujarnya.
Di internal, pemerintah juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki efisiensi birokrasi sebagai bagian dari upaya perbaikan iklim investasi.
Ke depan, Sri Mulyani menekankan komitmen pemerintah untuk tetap menjaga stabilitas makroekonomi tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi yang tahun lalu berada di level 5,17 persen, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
"Meski mendekati pemilu, itu tidak menghentikan kami melakukan apa yang dibutuhkan untuk memperkuat perekonomian di Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga akan terus melakukan reformasi berbagai sektor.
“Di sektor perpajakan misalnya, pemerintah akan melanjutkan reformasi yang telah digagas sejak 2015 salah satunya dengan perbaikan sistem teknologi dan informasi,” tutupnya/
Editor: Tim Redaksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Selasa, 16 Juni 2026 | 19:02 WIB
Selasa, 16 Juni 2026 | 19:01 WIB
Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB
Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:07 WIB
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:44 WIB
Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:43 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:56 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:55 WIB
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:55 WIB
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:50 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:33 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:33 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:33 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:32 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:31 WIB
Rabu, 10 Juni 2026 | 11:30 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 21:25 WIB