Kamis, 4 Juni 2026

Sejarah Situs Cungkup Marmoyo dan Marmadi Kabuh Jombang, Hingga Menjadi Nama Desa

Photo Author
- Minggu, 28 Januari 2024 | 14:16 WIB
Makam Eyang Marmoyo dan Marmadi, Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur. (foto istimewa)
Makam Eyang Marmoyo dan Marmadi, Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur. (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Situs Cungkup Marmoyo dan Marmadi Situs Cungkup di Desa Marmoyo Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, memiliki cerita tersendiri bagi masyarakat desa setempat.

Situs yang berada di bukit ini, terdapat sebuah makam yaitu Eyang Marmoyo dan Eyang Marmadi yang dipercaya sebagai pembabat alas Desa Marmoyo.

Konon, katanya Eyang Marmoyo dan Eyang Marmadi ini adalah kakak beradik yang sama sama sakti, terus bertempur mungkin karena apa sampai ia meninggal dunia.

Baca Juga: Lakukan Tabur Bunga Pada Makam Pahlawan, Lapas Kelas IIB Lubuk Pakam Kanwil Kemenkumham Sumut Turut Hadir

Selain itu, Desa Marmoyo juga memiliki sumber air yang mengalir melalui sungai sampai ke Surabaya, dari aliran sungai ini akhirnya jadikan atau di abadikan sebuah nama jalan yang bernama Marmoyo.

Kartono mantan Kepala Desa Marmoyo menceritakan, keberadaan dua makam yang ada di Gunung Marmoyo.

"Iya benar makam itu adalah Marmoyo dan Marmadi, kakak adik," ungkapnya, kepada wartawan Nawacitapost.com pada Minggu (28/1/2024).

Baca Juga: Berkunjung ke Kota Angin? Ini Wisata Religi Sakral yang Masih Alami di Lereng Gunung Wilis Nganjuk

Masih menurut Kartono, setelah selesai melakukan pertarungan dari desa Tanjung Wadung Marmoyo dan Marmadi melakukan perjalanan sampai ke sebelah desa.

"Ceritanya yang pertama itu, dahulu kala saya juga kurang tahu tahunnya berapa, ada dua kakak adik yang sakti melakukan pertarungan itu di desa Tanjungwadung,"ujarnya.

Lebih lanjut di katakan Kartono, setelah bertarung mereka berjalan sampai di sungai yang kini bernama gulu atau leher.

Baca Juga: Menelusuri Keindahan Wisata Religi Masjid Cheng Hoo Surabaya yang Instagramable

"Mereka berdua kalau perang atau gulat itu, suka memotong leher makanya nama sungai nya di sebut kali gulu (sungai leher red), masih ada itu cuman kecil sungainya," lanjutnya.

Nama gunung Marmoyo, kata Kartono, tidak lepas dari keberadaan makam Marmoyo dan Marmadi.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini