Kamis, 4 Juni 2026

Bendungan Semantok Dinilai Kurang Manfaat, Ini Catatan Refleksi Bupati Lira

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 26 Desember 2023 | 21:35 WIB
Foto Istimewa: Presiden RI Ir Joko Widodo ketika meresmikan bendungan Semantok satu tahun yang lalu
Foto Istimewa: Presiden RI Ir Joko Widodo ketika meresmikan bendungan Semantok satu tahun yang lalu

Nganjuk, NAWACITAPOST.COM - Satu tahun sudah bendungan Semantok diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Ir Joko Widodo (Jokowi red) dan istri, Hj Iriana Joko Widodo.

Dikutip dari berita yang tayang satu tahun yang lalu dengan judul "Forkopimda Jatim Dampingi Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk" Bendungan Semantok diresmikan pada saat Kunker (Kunjungan Kerja) Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi red), di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Selasa, (20/12/2022) lalu.

Namun bendungan Semantok menjadi catatan refleksi akhir tahun 2023 Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Nganjuk, yakni Mohammad Sueb Yasin.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Semantok di Nganjuk

Sebagai Bupati Lira Nganjuk Mohammad Sueb Yasin menyoroti bendungan Semantok.

"Bendungan Semantok adalah bendungan yang diprakarsai oleh pemerintah pusat alias proyek strategis nasional, yang mana bendungan tersebut menghabiskan anggaran ratusan milyar rupiah, namun hingga saat ini detik ini belum ada manfaatnya di sektor pertanian," kata Bupati Lira yang biasa akrab dipanggil Sueb Yasin kepada jurnalis Nawacitapost.com pada Selasa (26/12/2023) sore.

Sueb Yasin menambahkan, jangankan di sektor pertanian skala Nganjuk, disekitar bendungan Semantok saja tidak bisa.

Baca Juga: Forkopimda Jatim Dampingi Presiden Joko Widodo Resmikan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk

Foto Istimewa: Bupati Lira Nganjuk Mohammad Sueb Yasin
"Artinya membangun sebuah proyek strategis nasional itu harusnya ada kajiannya terlebih dahulu, termasuk letak geografisnya, apalagi ini adalah bendungan yang identik dengan kembung yang besar, yang untuk menampung air dan harus ada air baku yang masuk," imbuhnya.

Lanjut Sueb Yasin, ketika air baku yang masuk sudah terpenuhi, baru nanti masuk ke aliran-aliran irigasi untuk mengairi sawah, yang ada di Kabupaten Nganjuk.

"Kita harus memahami wilayah dan sifat air, karena air bisa mengalir ke tempat yang rendah hingga sampai lagi ke laut, yang nantinya akan menguap keatas dan kembali lagi berbentuk hujan," ujar pria kelahiran Jombang itu.

Baca Juga: Bendungan Semantok Garapak HK Segera Aliri Sawah di Nganjuk

Sueb Yasin menyayangkan karena bendungan Semantok hanya sebatas menampung air hujan, untuk apa membuat bendungan hingga menghabiskan anggaran ratusan milyar rupiah.

"Belum lagi dampak akibat yang mana mengesampingkan alam maupun sosial yang ditimbulkan dengan adanya bangunan bendungan Semantok itu, dan hal ini bukan hanya di Nganjuk saja, melainkan di seluruh bendungan-bendungan yang dibangun pasti menimbulkan gejolak di masyarakat," papar Sueb Yasin.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini