Kamis, 4 Juni 2026

Gelar UMKM Wastra Banten, Pj Gubernur Al Muktabar: Gelorakan Bangga Buatan Indonesia

Photo Author
Famati Ndruru, Nawacita Post
- Jumat, 17 November 2023 | 18:56 WIB



Selain itu, Al Muktabar juga mengatakan dalam melestarikan dan produksi tenun baduy, pihaknya telah menggelar pelatihan dan mendistribusikan bantuan berupa alat tenun dan benang kepada 80 orang masyarakat baduy. Hal itu dilakukan melihat banyaknya kebutuhan produksi kain tenun baduy.





"Melihat kebutuhan produksi tenun Baduy per 1 tahun lebih dari 50 ribu lembar tenun, kita menggelar pelatihan dan mendistribusikan bantuan-bantuan berupa alat tenun dan benang kepada 80 orang masyarakat Baduy," jelasnya





Pergelaran Wastra Banten ini di inisiasi oleh Pemerintah Provinsi Banten yang berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Banten.





Kegiatan pagelaran wastra diawali dengan fashion show oleh Pj Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojanti yang diikuti para DWP Provinsi Banten dan para pejabat eselon II dan III lingkup OPD Provinsi Banten, seluruh DWP dan TP PKK se-Provinsi Banten, Forkopimda Provinsi Banten, Persit Kartika Chandra Kirana Banten dan Bhayangkari wilayah Banten.





Selain itu pada acara ini juga terdapat demo membatik, merajut, jahit, tenun, serta membuat kerajinan asesoris yang di seleggarakan oleh para pelaku binaan Dekranasda Prov Banten.





Ketua Umum Dekranasda Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengatakan kegiatan ini menampilkan lebih dari 200 karya dari seluruh wastra, batik, tenun dan asesoris kerajinan khas dari seluruh Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten





"Semua yang kita tampilkan di acara ini menggunakan wastra dari seluruh Kabupaten dan Kota se Provinsi Banten termasuk tenun dan batiknya," ungkap Tine





Tine berharap, dalam melestarikan wastra khas provinsi Banten, generasi milenial dapat mengkemas tidak hanya tampil secara tradisional melainkan dapat di kolaborasikan dengan gaya modern.

Halaman:

Editor: Famati Ndruru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini