NAWACITAPOST.COM - Delegasi Indonesia dalam Forum Pemimpin Muda Dunia Harsen Roy Tampomuri, meluangkan waktu untuk berdialog dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok. Dialog tersebut berlangsung pada 6 Desember 2024 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, sebagai bagian dari rangkaian acara 9th China Global Think Tank Innovation Forum dan Global Young Leaders Forum yang diadakan pada 3-9 Desember 2024.
Dalam kesempatan ini, Harsen menyampaikan materi tentang "Peran Pemuda dan Pelajar Indonesia di Tiongkok Menuju Visi Indonesia Emas 2045". Acara tersebut dihadiri oleh anggota dan pengurus PPI Tiongkok, yang terdiri dari mahasiswa dari universitas terkemuka di Tiongkok, seperti Tsinghua University, Peking University, Beijing Institute of Technology, University of Business and Economics, dan Renmin University, yang mewakili berbagai jenjang pendidikan dari S1 hingga S3.
Meskipun Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, tidak dapat hadir langsung karena sedang menjalani kunjungan di luar kota Beijing, ia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dialog ini. "Kehadiran saudara Harsen Roy Tampomuri di KBRI Beijing dalam dialog PPI Tiongkok sangat bagus. Sebagai Duta Besar, saya melihat bahwa kegiatan berbagi wawasan dengan para pelajar Indonesia terkait peran generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045 akan memperluas perspektif kita semua untuk ikut berkontribusi mewujudkannya," ujar Djauhari.
Lebih lanjut, Djauhari berharap pertemuan tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi pelajar Indonesia di luar negeri untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) mereka dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. Beliau juga menyampaikan rasa bangga karena tokoh muda Indonesia seperti Harsen dapat tampil dalam dua forum bergengsi di Beijing, yang turut memperlihatkan eksistensi dan kontribusi positif pemimpin muda Indonesia di kancah global.
Baca Juga: Serap Aspirasi Masyarakat, Yasonna Laoly Paparkan Pentingnya Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia
Harsen, dalam kesempatan tersebut, menekankan bahwa Visi Indonesia Emas 2045 bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda, yang diharapkan menjadi generasi berkualitas, kompeten, dan berdaya saing tinggi.
"Visi Indonesia Emas 2045 diharapkan dapat membawa bangsa Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Sejalan dengan hal tersebut, yang relevan dengan generasi muda yakni generasi emas 2045. Generasi Indonesia diharapkan hadir sebagai generasi berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi," kata Harsen.
Harsen juga berharap agar para pemuda dan pelajar Indonesia yang kini sedang menempuh pendidikan di Tiongkok dapat terus berusaha meningkatkan kualitas diri mereka melalui pendidikan di kampus-kampus terbaik di Tiongkok. Ia menekankan bahwa kontribusi mereka sangat diharapkan dalam mempersiapkan pembangunan SDM Indonesia, baik dalam menghadapi puncak bonus demografi pada tahun 2030 maupun dalam menyambut Indonesia Emas 2045.
"Berbagai praktik baik secara teoritis maupun empiris yang ada di Tiongkok terkait pembangunan multisektoral di daerah urban maupun rural dapat menjadi bahan pertimbangan strategi implementasi dalam konteks pembangunan di Indonesia. Begitu pula dengan strategi diplomasi politik, ekonomi, dan budaya sebagai bagian dari politik luar negeri Tiongkok yang dapat memperkaya kajian komparasi bagi Indonesia, yang melihat perbandingan dengan negara-negara maju seperti AS, Uni Eropa, dan Rusia," ungkap Harsen, yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Geopolitik dan Global Universitas Bung Karno.
Baca Juga: Prof Mustikasari Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Keperawatan Universitas Indonesia
Harsen berharap bahwa para pelajar Indonesia di Tiongkok, yang jumlahnya mencapai sekitar 15.000 orang, serta para alumninya yang kelak akan berkarya di Indonesia atau luar negeri, dapat memiliki pola pikir yang jelas mengenai kontribusi mereka bagi negara Indonesia. Harsen, yang juga pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Bidang Pemuda di Kantor Staf Presiden 2019-2024, melihat bahwa pelajar Indonesia yang tersebar di berbagai negara, termasuk Tiongkok, merupakan potensi besar bagi pembangunan Indonesia ke depan.