Rabu, 1 Juli 2026

Megawati Kritisi Anggaran Rp10.000 untuk Makan Bergizi Gratis

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 13 Desember 2024 | 09:35 WIB
Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri.  (X)
Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri. (X)

NAWACITAPOST.COM - Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyatakan dukungannya terhadap program makan bergizi gratis yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, ia memberikan catatan khusus mengenai anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program tersebut, yakni sebesar Rp 10.000 per porsi.

Menurutnya, anggaran ini tidak realistis jika dibandingkan dengan harga bahan makanan di pasaran saat ini. “Katanya mau kasih makanan gratis, setuju saya, beneran. Tapi apa? Saya hitung, lah saya juga tukang masak kok,” ujar Megawati, dikutip Jumat (13//12/2024).

Ia mengaku paham betul mengenai biaya memasak, sehingga angka Rp 10.000 per porsi dianggapnya sulit memenuhi kebutuhan makanan bergizi. Megawati juga mengaitkan kritiknya dengan realitas harga bahan pokok yang cenderung meningkat.

Ia meminta pemerintah untuk melakukan perhitungan ulang agar program tersebut dapat berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Ibu saya orang Sumatera, Bengkulu. Jadi tradisi putri pertama harus pintar masak. Alhamdulillah. Aku hitung, Rp 10.000 toh, ye apa toh. Sekarang harga-harga naik. Eh, Mas Bowo, dengerin nih tolong deh suruh dihitung lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Bertemu Menteri Hukum, KAI Tegaskan Sebagai Organisasi Advokat yang Sah  

Ketua Umum PDI Perjuangan itu menegaskan, kritik yang ia sampaikan bertujuan untuk memastikan bahwa program makan bergizi gratis dapat dilaksanakan secara efektif dan mencapai sasaran. Ia juga mencontohkan pendapat beberapa ibu rumah tangga yang diajaknya berdiskusi mengenai anggaran tersebut.

“Jadi ya gitu, sorry ya Mas (Prabowo) saya mesti kritik. Lah saya bener kok. Saya suruh ibu-ibu hitung, Rp 10.000 dapat opo to yo? Baru ibu-ibu bilang lha yo opo, paling tempe. Lha iya bener. Saya bisa masak kok,” tambahnya.

Program makan bergizi gratis ini memang telah menjadi salah satu agenda utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah sebelumnya berencana mengalokasikan Rp 15.000 per porsi, namun akhirnya menetapkan angka Rp 10.000 karena dinilai cukup untuk menyediakan makanan bergizi. Badan Gizi Nasional juga memastikan bahwa paket makanan dengan anggaran tersebut dapat memenuhi standar gizi yang layak.

Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada 2 Januari 2025, dengan harapan mampu membantu masyarakat, terutama di kalangan yang kurang mampu, untuk mendapatkan akses makanan bergizi. Meski anggaran ini telah disusun, diskusi dan evaluasi terkait implementasinya masih terus dilakukan agar pelaksanaannya tidak hanya sekadar menjadi kebijakan, tetapi benar-benar memberikan dampak positif yang signifikan.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini