nasional

Perguruan Tinggi di Kepulauan Nias Harus Ambil Peran Aktif dalam Mewujudkan Nias Pulau Impian

Sabtu, 13 April 2024 | 10:05 WIB
Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia (MNI) Faigiziduhu Ndruru. (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Kepulauan Nias, terletak di pesisir barat Pulau Sumatra, adalah tempat yang kaya akan warisan budaya yang unik. Dengan keindahan alamnya dan kekayaan budayanya, Nias sering disebut sebagai Pulau Impian.

Namun, di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, identitas budaya Nias dihadapkan pada tantangan yang serius. Untuk mengatasi hal ini, perguruan tinggi di Kepulauan Nias diminta untuk turut berperan aktif dalam melestarikan dan memperkuat budaya Nias.

Saat ini, setidaknya ada 17 perguruan tinggi di Kepulauan Nias. Peran perguruan tinggi dalam pelestarian budaya sangat penting, karena kampus adalah benteng ketahanan budaya. Perguruan tinggi memiliki peran vital dalam membangun fondasi yang kuat untuk ketahanan budaya pada mahasiswa.

"Kampus sebagai lembaga pendidikan multikultural dapat mempromosikan pemahaman dan toleransi antar budaya melalui kurikulum yang inklusif," kata tokoh Nias, Faigiziduhu Ndruru, di Jakarta, Sabtu (13/4/2024).

Baca Juga: Faigiziduhu Ndruru: Semangat Nias Pulau Impian Bagian dari Penguatan dan Pelestarian Budaya Nusantara

Faigiziduhu Ndruru khawatir bahwa kampus-kampus saat ini sudah mulai lupa akan budaya Nusantara, sehingga perlu segera dicarikan solusinya. Menurutnya, kampus-kampus di Kepulauan Nias dapat berperan dalam mengembalikan nilai-nilai lokal yang terpinggirkan dan mengangkat kembali untuk dikenalkan pada generasi yang akan datang.

"Budaya Nusantara adalah pilar bangsa. Jadi, anak bangsa harus memahami hal itu. Jika tidak, budaya kita bisa hilang dari peradaban, karena budaya adalah mozaik dari Sabang hingga Merauke," kata Faigiziduhu Ndruru.

Salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Para mahasiswa memiliki kewajiban untuk turut serta dalam pengabdian tersebut. Oleh karena itu, menurut Faigiziduhu Nduru, mencanangkan kegiatan penguatan dan pelestarian budaya Nias sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan langkah yang tepat.

Selain membangun kesadaran tentang potensi ekonomi pariwisata, kegiatan ini juga akan secara tidak langsung meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya memperkuat budaya dan tradisi masyarakat di Kepulauan Nias. Komunitas perguruan tinggi, kampus, dan sekolah dengan akses informasi melalui media sosial rentan terpengaruh oleh budaya luar Nias, sehingga kesadaran kolektif diperlukan untuk memperkuat akar budaya tanpa mengurangi standar pengetahuan yang lain.

Baca Juga: Grand Metropolitan Bekasi Rawat Warisan Budaya Lewat Pesona Batik Nusantara

Tagline promosi potensi pariwisata dan perikanan dengan "Nias Pulau Impian" bisa dijadikan sebagai bahan kajian yang rutin dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, seperti dalam pemilihan judul skripsi atau kegiatan lomba dan festival. Hal ini dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesadaran penguatan dan pelestarian budaya Nias di kalangan mahasiswa, yang akan berdampak pada masyarakat sekitarnya.

Oleh karena itu, menurut Faigiziduhu Nduru, semangat baru perlu digaungkan kembali. Perguruan tinggi di kepulauan Nias dapat menghidupkan semangat Nias Pulau Impian secara masif dan berkelanjutan melalui kegiatan kemahasiswaan di internal kampus maupun dengan membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintahan daerah.

"Dengan begitu, perguruan tinggi dapat menjadi garda terdepan dalam memperkuat identitas budaya Nias dan melestarikannya untuk generasi yang akan datang," kata Faigiziduhu Ndruru.

Faigiziduhu Nduru juga mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah mempromosikan busana Nusantara dalam berbagai kesempatan. Hal ini menjadi contoh bagaimana keberagaman budaya Indonesia dapat dijaga dan dilestarikan.

Halaman:

Tags

Terkini