Kamis, 16 Juli 2026

Grand Metropolitan Bekasi Rawat Warisan Budaya Lewat Pesona Batik Nusantara

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 2 April 2024 | 16:00 WIB
Grand Metropolitan Bekasi, Jawa Barat. (X)
Grand Metropolitan Bekasi, Jawa Barat. (X)

NAWACITAPOST.COM - Sejak diputuskan menjadi warisan budaya Indonesia pada 2 Oktober 2009, batik terus berkembang pesat di Indonesia. Berbagai motif dan corak baru dengan warna yang semakin menarik terus bermunculan, menambah kekayaan warisan budaya Indonesia.

Pada 2022 lalu, Grand Metropolitan Bekasi menggelar kegiatan bertema "Pesona Batik Nusantara" sebagai upaya untuk merawat warisan budaya leluhur.

Acara ini menjadi wadah untuk mengenalkan beragam batik Nusantara untuk busana sehari-hari. Melalui kegiatan ini, edukasi mengenai nilai-nilai karya Nusantara menjadi lebih mudah.

Direktur PT Metropolitan Land TBK, Santoso menjelaskan bahwa Pesona Batik Nusantara menampilkan berbagai kegiatan menarik yang dapat dinikmati oleh pengunjung Grand Metropolitan. Acara ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar batik dan kerajinan, yang dapat memberikan pengalaman menarik bagi pengunjung.

Baca Juga: Kisah Perjalanan 30 Tahun Metland, Inspirasi Dunia Properti Indonesia

"Para pelaku industri batik juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan ide kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan produk eksklusif dengan nilai jual tinggi," ujar Santoso.

Rangkaian acara ini juga menampilkan pameran koleksi batik Nusantara dari beberapa perancang busana ternama seperti Dian Pelangi, Koleksi Batik Bekasi, Batik Pulasaran, Ethnic KJ Batik, Vio Vibes, Indadari Batik, Batik Sakera, hingga Batik Trusmi.

Selain itu, ada berbagai lomba fashion show untuk anak-anak dan dewasa, pelatihan membatik, talkshow mengenai batik, beauty class, pameran, dan lomba fotografi, serta kegiatan donor darah.

Baca Juga: 10 Warisan Budaya Indonesia Terancam Punah, Faigiziduhu Ndruru: Ancaman Hilangnya Identitas Bangsa!

"Kami berharap, masyarakat dapat mengenal batik lebih luas sehingga dapat mengembangkan para pelaku usaha batik, khususnya UMKM," tutup Santoso.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini