nasional

Galakkan Tagline "Nias Pulau Impian", Faigiziduhu Ndruru: Semoga Jadi Prioritas Pemerintahan Baru

Senin, 1 April 2024 | 14:07 WIB
Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia (MNI) Faigiziduhu Ndruru, bersama mantan Ketua Umum Himpunan Masyarakat Indonesia Nias (HIMNI) Marinus Gea. (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia (MNI) Faigiziduhu Ndruru menyatakan bahwa tagline "Nias Pulau Impian" merupakan bagian menarik dari agenda budaya Nusantara.

Pada tahun 2015, setelah Marinus Gea terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Masyarakat Indonesia Nias (HIMNI) untuk periode 2015-2019, program penguatan wisata di Kepulauan Nias mulai dirancang dengan serius.

Program ini pertama-tama dieksekusi melalui sosialisasi tagline "Nias Pulau Impian,". Tagline ini kemudian berujung pada penyelenggaraan pagelaran budaya berjudul "Pesona Nias Pulau Impian" di aula auditorium Kementerian Pariwisata pada tahun 2015/2016.

"Program ini dia (Marinus Gea) eksekusi sebagai program yang paling duluan untuk dikerjakan, yaitu dengan menggelar sosialisasi tentang Nias Pulau impian," kata Faigiziduhu Ndruru, Senin (1/3/2024).

Baca Juga: Sedikitnya 374 pelanggar ditindak selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2024 di wilayah hukum Polres Nias

Pada tahun 2016, HIMNI terus menggalakkan sosialisasi hingga terlaksananya Pesta Ya'ahowu. Terselenggaranya agenda ini menjadi semangat baru setelah terjadi kevakuman beberapa tahun sebelumnya. Namun, program Nias Pulau Impian mengalami penurunan perhatian saat pandemi COVID-19 melanda.

"Artinya, sejarah pertama terjadinya Pesta Ya'ahowu setelah pemekaran itu, dilaksanakan pada saat dicanangkannya Nias Pulau impian sebagai pergerakan pariwisata di Kepulauan Nias," tutur Faigiziduhu Ndruru.

Faigiziduhu Ndruru yang juga tokoh Kepulauan Nias ini berharap program Nias Pulau Impian akan kembali mendapat perhatian setelah melewati tantangan-tantangan, seperti pandemi. Dengan adanya pemerintahan baru, diharapkan program ini akan menjadi prioritas untuk mengembangkan pariwisata di Kepulauan Nias.

"Harapan kita saat ini, program Nias Pulau Impian dikembalikan lagi semangatnya, karena halangan yang datang seperti covid kan sudah tidak ada. Dan bagi pemerintahan yang baru agar melirik Kepulauan Nias sebagai satu daerah tujuan wisata yang prioritas," kata Faigiziduhu Ndruru.

Baca Juga: Pantai Tureloto, Nias: Rasakan Sensasi Mengapung Seperti di Laut Mati Yordania

Tagline "Nias Pulau Impian" juga dianggap memiliki dampak positif pada ekonomi masyarakat, terutama dalam produksi cinderamata bertuliskan tagline tersebut. Kepulauan Nias dikenal kaya akan berbagai unsur budaya dan pariwisata, termasuk adat istiadat, seni, dan keindahan alamnya, terutama pantainya yang indah.

"Tagline ini berdampak pada perekonomian masyarakat yang sangat baik. Karena pada waktu itu, banyak baju-baju atau cinderamata yang membuat satu merk bertuliskan tagline Nias Pulau Impian," kata Faigiziduhu Ndruru.

Meskipun demikian, lanjut Faigiziduhu Ndruru, infrastruktur pariwisata di Kepulauan Nias juga masih perlu ditingkatkan, seperti sarana akomodasi. Apalagi, kunjungan wisatawan ke Kepulauan Nias, baik domestik maupun mancanegara, mengalami peningkatan signifikan, dengan lima negara terbanyak yang berkunjung adalah Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Singapura.

Pada tahun 2017, tercatat sebanyak 9.869 wisatawan yang berkunjung, meningkat menjadi 34.510 orang pada tahun 2018. Semua ini menunjukkan bahwa potensi pariwisata Kepulauan Nias sangat besar dan perlu terus digalakkan untuk kemajuan ekonomi dan promosi budaya daerah tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini