Jumat, 5 Juni 2026

Drs. Sokhiatulo Laoli. MM : Rumitnya Pembangunan Ibu Kota Kabuputen Nias Setelah Pemekaran 2008

Photo Author
Emrick Laoly, Nawacita Post
- Kamis, 22 Juni 2023 | 13:40 WIB
Drs. Sokhiatulo Laoli. MM : Rumitnya Pembangunan Ibu Kota Kabuputen Nias Setelah Pemekaran 2008
Drs. Sokhiatulo Laoli. MM : Rumitnya Pembangunan Ibu Kota Kabuputen Nias Setelah Pemekaran 2008

NAWACITAPOST.COM - Sokhiatulo Laoli, Rumitnya pembangunan Ibu Kota Kabupaten Nias dikarenakan pemekaran Kota Gunung Sitoli dari Kabupaten Nias. Ibu Kota Kabupaten Nias yang tadinya di Kota Gunung Sitoli, setelah pemekaran Ibu Kota Kabupaten Nias tidak ada. Hal tersebut disampaikan Sokhiatulo Laoli pada wawancara Exclusive di Studio Nawacita Politik TV Minggu lalu.

Dikatakan Sokhiatulo Laoli, saat itu banyak orang beranggapan bahwa Kabupaten Nias lebih hebat dan lebih maju dari  Kabupaten lain karena Dia adalah induk. Tetapi anggapan itu berbeda dengan fakta karena setelah pemekaran Kota Gunung Sitoli.

lebih lanjut Sokhiatulo Laoli, mengatakan dengan dimekarkan Kota Gunung Sitoli, maka Kabupaten Nias tidak memiliki Ibu Kota. Kemudian pembangunan yang sebelumnya dibangun oleh Kabupaten Nias beralih menjadi milik Kota Madya atau Kota Gunung Sitoli.

"Pemekaran Kota Gunung berawal dari pemekaran Daerah Kabupaten Nias barat dan Kabupaten Nias Utara dan baru disusulkan usulan pemekaran Kota Gunung Sitoli. Akibat pemekaran 3 DOB (Daerah Otonomi Baru) sekaligus di Kepulauan Nias tahun 2008, Kabupaten Nias tidak memiliki Ibu Kota", pungkas Sokhiatulo Laoli.

-
Drs. Sokhiatulo Laoli. MM : Rumitnya Pembangunan Ibu Kota Kabuputen Nias Setelah Pemekaran 2008

Sokhiatulo Laoli tidak tepikirkan bahwa pada tahun 2011 akan menjadi Bupati di Kab. Nias, Ia terus mendorong kepulauan Nias melalui pemekaran maju walaupun nantinnya Ibu Kota Kab. Nias belum ada, "ya penting Nias maju melalui pemekaran" ucap Sokhiatulo Laoli, mantan bupati 2 periode tersebut.

"Itulah sebabnya setelah saya jadi Bupati pada tahun 2011, baru saya urus Ibu Kota Kab. Nias dari kota Gunung Sitoli ke Gido bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda)  Kab. Nias mulai tahun 2012 di usulkan ke Pusat baru turun SK Presiden tahun 2016, karena melalui 9 - 11 tahap proses" ujar Sokhiatulo Laoli

Niat baik Sokhiatulo Laoli memajukan Nias terbawa hingga terpilihnya menjadi orang nomor satu di Kab. Nias. Saat terpilih jadi Bupati Kab. Nias belum ada Kantor dan Ibu Kota Kabupaten dan masih gabung di Kota Madya Gunung Sitoli.

Sokhiatulo Laoli menyampaikan pemindahan ibu Kota Kab. Nias dari Kota Madya ke Kabupaten diluar dari dugaannya karena prosesnya sangat rumit dengan 11 tahapan.

"mulai dari tahun 2012 saya urus pemindahan Ibu Kota Kab. Nias dan lahan sudah disiapkan Bupati sebelumnya juga di tambah satu lahan pendamping yang saya siapkan yaitu di Desa Sirete" ungkap mantan Bupati Nias 2 Periode tersebut.

"coba bayangkan dari tahun 2012 sampai 2016 baru ada Ibu Kota Kab. Nias, sudah satu periode saya habis" imbuh Sokhiatulo Laoli

Lanjut, mantan Bupati 2 periode Kab. Nias tersebut mengatakan, Kabupaten Nias mengalami keterlambatan pembangunan di Ibu Kota karena adanya pemindahan Ibu kota Kabupaten dari gunung sitoli ke gido.

Namun hal itu, tidak mempengaruhi infrakstruktur lain. Seperti halnya pembangunan Jalan di tiga Kecamatan saat itu, yakni Kecamatan Ulugawo, Kecamatan Somolo-molo, Kecamatan Ma'u yang kala itu tidak bisa dilewati kendaraan sama sekali (jalan setapak).

"Kalau infrakstur lain tetap saya kerjakan dan tidak ada hambatan, yang dulu Kecamatan Ulugawo, Kecamatan Somolo-molo, Kecamatan Ma'u yang sebelumnya jalan hanya bisa jalan setapak dan tidak dilewati kendaraan dan sekarang sudah teraspal" katanya, mantan Bupati 2 periode tersebut.

Selain program pembangunan jalan, listrik dan infraktur lainnya. Sokhiatulo Laoli juga beri perhatian terhadap keluhan masyarakat 5 Desa yang mau pindah dari Kabupaten Nias Barat ke Kab. Nias.

"Pemindahan 5 desa dari Nias barat ke Kab. Nias jg itu merupakan perjuangan yg cukup rumit dimana pemerintahan sebelumnya sudah mengurus tapi baru terealisasi saat tahun 2013" Terangnya

Kembali Ia menjelaskan, setelah pemekaran dari Kota Gunung Sitoli, Kab. Nias cukup tertinggal sehingga 170 Desa dari 10 Kecematan Kab. Nias, terisolir dan belum ada jalan.

"Semua jalan saya buka pada saat periode pertama, yang dulunya bawah hasil kebun mereka dengan tanpa kendaraan, sekarang sudah bisa bahkan mobil bisa masuk" Tutup, Sokhiatulo Laoli

Editor: Emrick Laoly

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini