Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, proses evakuasi langsung dilakukan setelah kecelakaan terjadi.
Tim gabungan mengerahkan personel TNI AD untuk melakukan penyelamatan melalui jalur udara dan laut. Upaya tersebut dilakukan guna memberikan pertolongan secepat mungkin kepada seluruh personel yang berada di dalam helikopter.
“Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu, 4 November 2026.
“Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya,” lanjutnya.
Baca Juga: Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Perekonomian Indonesia Tetap Positif dan On Track
Sementara itu, terkait penyebab kecelakaan, TNI AD memastikan bahwa insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
“Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya.
Gugurnya tiga prajurit tersebut menjadi duka mendalam di tengah upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Mereka kehilangan nyawa saat menjalankan tugas negara dalam misi pemadaman karhutla.(***)