nasional

Misteri Jasad Mr.X Pulau Enggano Terkuak, Korban Tragedi Erupsi Krakatau Teridentifikasi

Rabu, 23 September 2026 | 18:51 WIB
Penemuan jenazah ABK kapal 5 jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi GAK. (Instagram.com/@kantorsar_banten)

NAWACITAPOST.COM — Tabir misteri penemuan jasad tanpa identitas yang terombang-ambing di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak.
 
Kepolisian Republik Indonesia bersama Basarnas mengonfirmasi bahwa jasad Mr.X tersebut adalah Surakman, Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang sempat dinyatakan hilang saat mengantarkan lima jurnalis dalam misi peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepastian identitas korban diperoleh setelah Operasi Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri dan Basarnas merampungkan serangkaian tes pencocokan DNA terhadap jenazah.
 
Baca Juga: 12 Tahun Terperangkap Hukum UEA, Nasib PMI Asal Majalengka Menggantung Di Tangan Diplomasi

“Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu bahwa secara genetik PM/62/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mr. X tadi teridentifikasi sebagai Sukarman atau ABK yang merupakan ayah biologis dari Yayan,” ucap Kepala Polda Banten, Irjen Pol Hengky saat konferensi pers di Mapolda Banten pada Rabu, 23 September 2026.

Penemuan jasad ini berawal dari laporan warga lokal Pulau Enggano pada Sabtu, 12 September 2026. Penemuan di wilayah terisolasi tersebut memicu respons cepat dari kepolisian dan tim medis.

“Penemuan mayat di sana adalah masyarakat di Pulau Enggano sana, langsung berkoordinasi dengan Polsek terus ditindaklanjuti Kabid Dokkes Polda Bengkulu menginformasikan dan mengamankan jenazah tersebut,” jelas Hengky.

Usai dievakuasi warga, jasad Surakman langsung diterbangkan dari Pulau Enggano menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk tes DNA. Penemuan titik terang di Pulau Enggano ini juga memicu penyisiran lanjutan oleh tim SAR gabungan di sekitar perairan tersebut.
 
Baca Juga: Penyelam BSG Temukan Satu Korban Tewas di Dalam Badan KM Virgo 8

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Amrad, menjelaskan dinamika pencarian di lokasi ditemukannya korban.

“Masalah pencarian ulang atau tidak, secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama tujuh hari. Dalam tujuh hari, kita sudah perpanjang tiga hari. Di tujuh hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14, setelah evaluasi, kita perpanjang tiga hari,” jelas Amrad.

Kendati penyisiran intensif terus dilakukan pascapenemuan jasad Surakman, tim SAR belum menemukan petunjuk mengenai keberadaan bangkai kapal.

“Jadi, e-broadcast dan pemapelan itu kami libatkan dengan stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk masyarakat yang ada di sekitar pesisir Lampung,” sambungnya.
 
Baca Juga: Tergiur Iming-Iming Hadiah, Mantan Pegawai Bank Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp400 Juta

Menurut rencana, jenazah Surakman diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 24 September 2026, dan disambut jajaran pejabat daerah.

“Akan kita terima bersama Gubernur, Pak Kapolda, dan tim terpadu akan menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Hengky.

Pihak keluarga menjadwalkan pemakaman jenazah Surakman pada siang harinya di TPU Ki Demang, Carita, Banten.

Surakman merupakan salah satu dari delapan penumpang speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda sejak 7 September 2026.
 
Kapal tersebut mengangkut Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), Heriyanto (pemandu), serta lima jurnalis yakni M. Bagus Khoerunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu), dan Donal Husni (jurnalis lepas).

Tags

Terkini