nasional

Dikepung Asap Karhutla, Warga Barito Utara Kalteng Bagikan Situasi saat Langit Menguning

Minggu, 20 September 2026 | 21:07 WIB
Situasi langit Barito Utara, Kalteng yang menguning karena kabut asap karhutla. (Threads/naomy_ummuhanan - bagusprakasaa)

NAWACITAPOST.COM — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) makin menghempas Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Media sosial mendadak riuh oleh kesaksian para warga Barito Utara, Kalteng, yang membagikan situasi saat langit tempat tinggal mereka berubah warna menjadi kekuningan bak diselimuti filter foto, akibat pekatnya kabut asap yang memotong jarak pandang.

Fenomena langit kuning mencekam ini terjadi lantaran hanya gelombang panjang dari cahaya matahari yang sanggup menembus partikel kabut asap tebal. Di tengah kepungan kabut tersebut, netizen menyuarakan kondisi genting yang melumpuhkan ruang gerak hingga mata pencaharian masyarakat lokal.

Salah satu kondisi mencekam dipublikasikan oleh akun Threads @bagusprakasaa. Ia memperlihatkan visual langit dan jalanan di Muara Teweh yang sepenuhnya tertutup warna kuning.
 
Baca Juga: Viral Skandal Dugaan Pelecehan di SMA Kulon Progo, Siswa Demo Tuntut Tegas

“Untuk Pak Presiden dan warga di luar Kalimantan, ini bukan pemandangan dengan efek filter foto warm atau sephia ya. Ini kabut asap di Muara Teweh yang udah kekuningan. Dan ini kondisi real bukan yang katanya tidak seseram di sosmed,” tulisnya dalam utas yang diunggah pada Sabtu, 19 September 2026.

Keesokan harinya, Minggu, 20 September 2026, ia kembali membagikan pembaruan situasi. “Berasa lagi di Planet Mars. Emang udah pernah? Belum sih, cuma warnanya mirip,” lanjutnya.

Perubahan warna langit yang tergolong ekstrem itu dilaporkan berlangsung sangat cepat di siang hari. Utas lain dari akun @kur*******i mengungkapkan kabut tebal kekuningan tersebut membumbung menjelang tengah hari.

“Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah jam 11.50 WIB. Ya Allah, turunkan hujan untuk kami, kasihani kami dan anak-anak kami,” tulisnya.
 
Baca Juga: Viral Rekaman CCTV Wanita Ditendang Pria dari Belakang di Mal Jakarta Pusat

Dampak karhutla ini tak sekadar memperburuk jarak pandang, tetapi juga mengancam kesehatan dan perekonomian warga kecil. Akun @nao*********n menuliskan betapa pekatnya asap pada 19 September 2026 hingga tidak ada apa pun yang terlihat.

“Temen-temen mohon doakan kami, tempat kami khususnya di Kalimantan Tengah, di Kabupaten Barito Utara hari ini keos banget. Bertahan dengan fasilitas standar warga biasa, tetanggaku punya anak 2 tahun suaminya meninggal 4 bulan yang lalu, beliau jualan di depan rumah tapi selama kabut, gak bisa jualan,” tulisnya.

“Bayangkan ada berapa kehidupan yang terhambat mata pencahariannya karena karhutla ini. Kami bertahan dengan keadaan masing-masing, keluar rumah udah pakai masker 3 lapis tapi tetap aja pulang-pulang mata perih, masker bau asap. Mohon ampuni kami Ya Rabb,” sambungnya.

Merespons memburuknya situasi, Pemerintah Kabupaten Barito Utara resmi meningkatkan status daerah menjadi Tanggap Darurat Karhutla yang berlaku sejak 18 September hingga 2 Oktober 2026. Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menegaskan bahwa perubahan status ini ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh pihak.
 
Baca Juga: Update Siswi Karo Dirujuk ke RSCM Diduga Keracunan MBG: Dipastikan Stabil dan Membaik

“Pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Penanganan yang cepat memang sangat diperlukan ketika kebakaran terjadi, tetapi upaya mencegah munculnya titik api akan jauh lebih efektif dalam mengurangi dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, terjadi lonjakan signifikan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah. Tercatat ada 1.035 titik hotspot atau melonjak 166 titik dari laporan sebelumnya. Atas kondisi kritis ini, wilayah Kalimantan Tengah kini menjadi fokus utama penguatan operasi darat, water bombing, patroli udara, hingga upaya pembasahan di lapangan.

Tags

Terkini