nasional

BGN Layangkan Teguran ke Pegawai SPPG Bantul Imbas Olok-Olok Korban Keracunan MBG

Minggu, 20 September 2026 | 21:07 WIB
Foto ilustrasi: BGN tegur pegawai SPPG Bantul, DIY yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG Karo. (Dok. BGN)

NAWACITAPOST.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melayangkan teguran keras terhadap pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul beserta unit kerjanya.
 
Langkah tegas ini diambil menyusul viralnya aksi tidak terpuji pegawai tersebut yang diduga mengejek korban insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara.

Aksi tersebut memicu gelombang kecaman publik setelah beredar video yang memperlihatkan pegawai SPPG—yang diduga bertugas di kawasan Dlingo, Bantul—menyantap menu ayam chicken katsu sisa sehari sebelumnya. Dengan nada berseloroh, ia memperagakan dampak makanan tersebut.
 
Baca Juga: Menteri Keuangan Suahasil Nazara Kantongi Harta Rp138 Miliar Jelang Pengangkatan Kabinet

“Gue makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak?” ujarnya dalam video tersebut sebelum menggigit ayam.
 
“Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen,” lanjutnya sambil tertawa.

Candaan tersebut dinilai melukai perasaan masyarakat karena secara langsung mengolok-olok kondisi salah satu siswi korban keracunan MBG di Berastagi, Karo, yang sempat dikabarkan mengalami penurunan daya ingat hingga 70 persen saat pemulihan.
 
Unggahan itu bahkan memantik respons emosional dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menyematkan emotikon marah di kolom komentar, mendampingi kemarahan ribuan warganet.
 
Baca Juga: Sapu Bersih Rokok Ilegal, Menkeu Suahasil Nazara Perketat Pengawasan Bea Cukai

Menanggapi insiden yang mencoreng institusi tersebut, BGN Regional DIY bergerak cepat dengan memanggil dan meminta klarifikasi langsung dari oknum pegawai yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan,” ujar Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko.
 
“Betul sudah ditindaklanjuti, dari kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan.”
 
Baca Juga: Komitmen Wali Kota Bekasi dan DLH Responsif Tuntaskan Sampah Kayuringin Jaya

Gagat menegaskan bahwa seluruh pelaksana program MBG wajib mengedepankan rasa kemanusiaan dan sensitivitas. Ia menyayangkan sikap nir-empati yang ditunjukkan oleh jajarannya di tengah musibah yang menimpa penerima manfaat.

“Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas, dan saling menghormati,” tegas Gagat.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar tidak menjadikan penderitaan orang lain sebagai bahan olok-olok di ruang publik.

“Jangan sampai adanya kejadian yang menimpa penerima manfaat justru menjadi bahan candaan, olok-olok, atau komentar yang dapat melukai pihak yang sedang menghadapi kondisi sulit,” sambungnya.
 
Baca Juga: Marak Dugaan Kasus Keracunan MBG Basi, Ribuan Dapur Pelayanan Resmi Disetop

Menurut Gagat, jajaran pelaksana harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat agar tidak memicu polemik yang lebih besar.

“Kita harus bisa membedakan antara memberikan klarifikasi, memberikan pendapat dan memberikan penilaian terhadap suatu kejadian. Jangan sampai karena ingin memberikan komentar, justru muncul pernyataan yang tidak sensitif dan kemudian memperbesar persoalan. Ketika ada saudara kita, penerima manfaat, atau masyarakat yang diduga terdampak suatu kejadian, respons pertama kita seharusnya adalah empati, bukan menghakimi,” tutupnya.

Tags

Terkini