Nias Barat juga masuk dalam program pemulihan UMKM terdampak bencana. Sebanyak 105 pengusaha mikro masuk dalam skema Bantuan Presiden senilai Rp3 juta per usaha, dengan penyaluran tetap melalui proses verifikasi dan validasi sesuai ketentuan.
Selain itu, sejumlah program lain turut dipaparkan, antara lain akses KUR bagi 45 usaha mikro, pembiayaan kelompok PNM bagi 47 usaha mikro, pendampingan pembiayaan bagi 15 wirausaha, pemasaran digital bagi 12 usaha mikro, perluasan pasar bagi 24 wirausaha, fasilitasi kemitraan bagi sembilan UMKM, serta peningkatan kapasitas produksi bagi 27 wirausaha.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Nias Barat akan menunjuk PIC yang akan bekerja langsung dengan PIC pada masing-masing deputi di Kementerian UMKM.
Pemkab juga mengusulkan agar Nias Barat menjadi salah satu lokasi prioritas sinergi program UMKM 2027, disertai dukungan mesin dan peralatan, sertifikasi dan standardisasi, penguatan akses KUR dan business matching, serta pembentukan focal point bersama untuk mengawal action plan UMKM Nias Barat 2027–2029.
Baca Juga: Tanggap Darurat Banjir Ditetapkan, Bantuan Mulai Menjangkau Warga Nias Barat
“Kami tidak ingin audiensi ini selesai sebagai pertemuan seremonial. Ketika tim kementerian turun ke Nias Barat, data, lokasi dan pelaku usaha sudah harus siap,” tegas Eliyunus.
Menurutnya, keberhasilan program nantinya tidak cukup diukur dari jumlah pelatihan atau pertemuan yang digelar.
“Ukuran keberhasilan kita adalah produksi meningkat, pasar bertambah, usaha naik kelas, dan pendapatan masyarakat ikut naik,” katanya.(Yogi)