NAWACITAPOST.COM — Langkah tegas langsung diambil oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, usai resmi dilantik. Tak tanggung-tanggung, aksi inspeksi mendadak (sidak) digelar pada pukul 03.00 WIB dini hari di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Kuda 03, Bogor, Jawa Barat. Kedatangan yang tak terduga ini mendongkrak perhatian publik usai diunggah langsung melalui akun Instagram pribadinya, @sudaru_sudaryono.
Kedatangan mendadak tersebut tak ayal membuat para pegawai dapur terperanjat. Sudaryono menegaskan bahwa sidak ini dilakukan demi memastikan seluruh proses pengolahan makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi standar kebersihan yang ketat sebelum sampai ke tangan para penerima manfaat.
Baca Juga: Beredar Video Dugaan Satpam Bundaran HI Dipaksa Sujud Usai Tegur Pengemudi Alphard"Melihat proses masak makanan buat anak-anak kita. Pegawai kaget melihat kedatangan kami," ujar Sudaryono.
Jeritan Dapur MBG: Keluhkan Distribusi ke Ibu Hamil dan Balita
Di balik kepulan asap dapur dini hari itu, tersingkap drama dan tantangan nyata di lapangan. Kepala SPPG Pasir Kuda memanfaatkan momen tersebut untuk meluapkan keluh kesahnya secara langsung kepada Kepala BGN yang baru. Dari total sekitar 2.800 porsi yang disiapkan, sebanyak 2.000 porsi dialokasikan untuk kategori "3B" (balita, ibu menyusui, dan ibu hamil) yang tersebar di belasan Posyandu, sementara sisanya didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Sudaryono mengakui bahwa skema penyaluran untuk kelompok ibu hamil dan balita jauh lebih rumit dibandingkan pengiriman ke sekolah.
-
Penyaluran Sekolah: Sekali pengiriman langsung mencakup jumlah besar di satu titik.
-
Penyaluran Posyandu: Penerima manfaat tidak terkonsentrasi di satu lokasi, sehingga petugas harus menyisir banyak titik Posyandu.
"Jadi dia ada kerepotan karena ngantar ke banyak Posyandu tadi," ungkap Sudaryono membeberkan realita lapangan yang dihadapi para petugas.
Ancam Tutup SPPG 'Nakal' yang Tak Sesuai Standar
Selain menyerap aspirasi dan menyemangati para petugas dapur yang telah bekerja keras, Sudaryono melayangkan peringatan keras. BGN menegaskan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap SPPG yang mengabaikan standar kebersihan maupun keamanan pangan.
Baca Juga: Sensasi Lari Maksimal! On CloudMonster Diskon Hingga Rp2 Juta di Blibli
"Secara umum, banyak SPPG yang bagus, tetapi masih ada 1-2 SPPG yang belum memenuhi standar. Yang belum itu akan kami benahi, dan kalau memang tidak bisa diperbaiki, akan kami tutup," tegasnya.