NAWACITAPOST.COM — Suasana gelora politik dan tekad kebangsaan membumbung tinggi di Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Memperingati Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ke-28, partai berlogo bumi dan bintang sembilan ini menggelar hajatan sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mengusung tema megah "Arah Baru, Amanat Ekonomi Konstitusi", peringatan tahun ini menjadi panggung konsolidasi masif nasional yang menandai era baru perjuangan politik PKB.
Peringatan Harlah kali ini dinilai sangat sakral dan dramatis karena dikombinasikan dengan pembacaan sumpah jabatan bagi belasan ribu pengurus tingkat daerah dari seluruh penjuru Nusantara secara serentak.
Pelantikan Kolosal 19.526 Pimpinan DPC Se-Indonesia
Ketua DPP PKB Bidang Pengelola dan Penguatan Organisasi, Abdul Halim Iskandar—yang akrab disapa Gus Halim—menegaskan bahwa peringatan tahun ini memecahkan rekor keterlibatan kader dan menghadirkan nuansa perjuangan yang jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Jangan Disepelekan! Ini Bahaya dan Cara Mengobati Ruam Popok Lansia
"Ini merupakan Harlah yang agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena bersamaan dengan pelantikan pimpinan DPC se-Indonesia, yang jumlahnya ada 19.526 orang, yang diwakili oleh 5 orang pimpinan dari masing-masing DPC," ujar Gus Halim di lokasi acara.
Langkah strategis ini memperlihatkan betapa dinamisnya pergerakan mesin partai hingga ke akar rumput. Sebanyak 514 DPC dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia diboyong langsung ke Ibu Kota untuk menerima mandat dan dilantik secara resmi oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin).
Konsolidasi Masif: Menyelaraskan Laju dengan Visi Presiden Prabowo
Pemusatan belasan ribu pimpinan DPC di Jakarta bukan sekadar prosesi seremonial belaka. Momen ini dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi kekuatan politik nasional secara intensif dan menyeluruh guna memperkuat struktur organisasi partai.
Selain memperkokoh barisan internal, tema "Arah Baru, Amanat Ekonomi Konstitusi" diusung sebagai komitmen konkrit PKB dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat berdasarkan asas ekonomi Pancasila dan UUD 1945. PKB menegaskan kesiapannya untuk berdiri di garda terdepan dalam mendukung program-program strategis pemerintah demi kedaulatan bangsa.
"Dengan tema yang diangkat saat ini, bagaimana Indonesia ke depan menjadi lebih kuat, lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita Pak Presiden Prabowo Subianto," tegas Gus Halim secara lugas.
Melalui momentum Harlah ke-28 ini, PKB tidak hanya merayakan perjalanan sejarahnya, tetapi juga menegaskan kesiapan penuh seluruh jajaran pengurusnya—dari pusat hingga daerah—untuk mengawal masa depan ekonomi bangsa yang lebih mandiri, adil, dan sejahtera.(Sakera)