NAWACITAPOST.COM — Di tengah bayang-bayang risiko kecelakaan kerja yang mengintai setiap detik, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah ekstrem demi menyelamatkan nyawa jutaan buruh di Indonesia. Tidak main-main, sebuah gerakan besar bertajuk Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch II resmi diledakkan dengan melibatkan 2.100 peserta sekaligus!
Yassierli Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), berdiri di garda terdepan untuk memastikan bahwa "budaya selamat" bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan perisai nyata di lapangan.
Misi Penyelamatan: Target Puluhan Ribu Perusahaan!
Ditemui usai membuka acara di Kantor Kemnaker, Rabu (29/4/2026), Menaker Yassierli menegaskan bahwa Indonesia sedang dalam masa transisi besar menuju standar keselamatan kelas dunia.
Baca Juga: Gempita Teknologi Dunia: Mahasiswa UKDW Taklukkan Panggung Global Web3 & AI!
"Kami tidak ingin ada lagi nyawa yang melayang karena kelalaian. Perusahaan berisiko tinggi dan yang memiliki lebih dari 100 pekerja wajib memiliki mitigasi risiko yang baja!" tegas Yassierli dengan nada penuh komitmen.
Saat ini, tercatat baru sekitar 18 ribu perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3). Namun, Yassierli memasang target ambisius: angka ini harus meledak hingga puluhan ribu perusahaan dalam waktu singkat melalui program sertifikasi masif dengan biaya yang ditekan agar lebih terjangkau.
Membangun Ekosistem Anti-Kecelakaan
Langkah dramatis ini tidak dilakukan sendirian. Kemnaker sedang membangun sebuah "ekosistem tempur" melawan kecelakaan kerja dengan melibatkan:
- Auditor SMK3 yang diperkuat: Untuk memastikan sertifikasi bukan sekadar formalitas.
- Serikat Pekerja/Buruh: Dijadikan mata dan telinga di garis depan perusahaan.
- Kolaborasi Total: Melibatkan ALPK3I, PJK3, hingga dunia usaha dalam satu visi besar.
Poin Penting Strategi Menaker Yassierli:
- Kompetensi: Akselerasi 2.100 Ahli K3 baru di Batch II.
- Skalabilitas: Sertifikasi SMK3 masif dan murah untuk puluhan ribu perusahaan.
- Kemitraan: Pelibatan aktif serikat buruh dalam pengawasan risiko.
- Mitigasi: Wajibkan peta risiko dan prosedur darurat di tiap sudut tempat kerja.
Baca Juga: Jeritan Sunyi Pemkot Bekasi di Balik Tragedi Berdarah Terabaikan Sejak Tahun 2022
"Bukan Sekadar Produktivitas, Ini Tentang Nyawa"
Di akhir pernyataannya, Menaker Yassierli memberikan pesan yang menyentuh sekaligus membakar semangat. Baginya, penguatan K3 bukan hanya soal mengejar angka produktivitas atau daya saing perusahaan, melainkan bentuk tertinggi dari perlindungan kemanusiaan.
"Semangat inilah yang harus kita bangun. Kita sedang menciptakan ekosistem di mana setiap pekerja berangkat dengan semangat, dan pulang ke rumah dalam keadaan selamat tanpa kurang satu apa pun," pungkasnya.
Dengan mobilisasi besar-besaran 2.100 Ahli K3 ini, Kemnaker mengirimkan pesan keras kepada dunia industri: Keselamatan tidak bisa dinegosiasikan!