NAWACITAPOST.COM - Sejumlah pendukung calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sipil menggelar demonstrasi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Jalan Veteran, Kota Semarang.
Massa aksi yang terdiri dari sekitar 20 orang ini menyampaikan orasi dan membentangkan sejumlah poster tuntutan, meminta agar pemilu diulang karena dianggap cacat hukum.
Koordinator aksi, Daniel Toto, menyatakan bahwa KPU telah melakukan banyak kecurangan dan pelanggaran hukum, seperti mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dan menghentikan proses penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) karena alasan sinkronisasi data Sirekap.
Baca Juga: Happy Ending, Marry My Husband Catat Rating Terbaik di Episode Terakhir, Penonton Puas!
Daniel menegaskan bahwa aksi tersebut bukan untuk menyerang paslon tertentu, melainkan mewakili aspirasi masyarakat. Dia juga menambahkan bahwa siapapun yang menjadi presiden asal sah dan tidak melanggar hukum, akan didukung.
Di tengah aksi, beberapa massa menorehkan cat di jalan raya depan Kantor KPU Jateng dengan tulisan "Pemilu Curang" sebagai bentuk protes terhadap kecurangan yang dianggap terjadi pada Pemilu 2024.
Selain itu, sejumlah elemen masyarakat juga dijadwalkan akan melakukan unjuk rasa di kantor KPU RI dan Bawaslu RI. Sebanyak 1.758 personel kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan.
Baca Juga: Agustus Gea: Hasil Pemilu Bisa Dibatalkan, Jika Ada Kecurangan TSM
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengatakan bahwa pihak kepolisian sudah menutup arus lalu lintas di depan kantor KPU. Mereka juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas jika massa bergerak ke Bawaslu atau sebaliknya.
Pihak kepolisian berharap agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, damai, dan tertib sesuai dengan aturan yang berlaku.