NAWACITAPOST.COM - Sebanyak tujuh komisioner KPU Jawa Timur (Jatim) masa bakti 2024 - 2029 telah dilantik, menggantikan anggota periode 2019 - 2024 yang telah purna tugas. Mereka diminta untuk segera menyesuaikan diri di tengah-tengah tahapan Pemilu 2024.
Komisioner baru tersebut antara lain Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi; Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Nur Salam; serta Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Habib M. Rohan.
"Tentu kami langsung adaptasi dengan tahapan yang ada. Apalagi ada dua senior kami yang sudah berpengalaman di KPU Provinsi," ujar Ketua Divisi Sosialisasi, Nur Salam, kepada awak media, Rabu (21/2/2024).
Baca Juga: Katanya Transparan dan Akuntabel? Masyarakat pertanyakan kevalidan Data Perhitungan suara KPU!
Diketahui, dua dari tujuh komisioner yang dilantik kembali menjabat, yaitu Insan Qoriawan dan Miftahur Rozaq. Keduanya merupakan bagian dari tujuh anggota masa bakti 2019 - 2024, yang kini melanjutkan tugasnya hingga 2029.
Salam, panggilan akrab Nur Salam, menyatakan bahwa mayoritas anggota atau komisioner yang dilantik di tingkat provinsi sudah memiliki pengalaman di kabupaten/kota, termasuk dirinya yang pernah menjadi anggota KPU Kabupaten Magetan.
Setelah dilantik, KPU Jatim langsung berkoordinasi untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 32 Tempat Pemungutan Suara (TPS). "KPU provinsi ini melakukan koordinasi dengan KPU kabupaten/kota. Segala hal kaitannya dengan logistik juga," jelas Salam.
Baca Juga: Pemilu Lancar dan Kondusif, Arif Fathoni Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Surabaya
Selain PSU, Salam memastikan bahwa komisioner KPU Jatim tidak mengabaikan kondisi penyelenggara Pemilu di lapangan, termasuk KPPS, PPS, PPK, dan Linmas TPS.
Diketahui ada sebanyak 30 orang petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia. "Kami di KPU juga menyiapkan santunan," terang Salam.
Santunan yang diberikan sesuai dengan Surat Dinas KPU Nomor 691 Tahun 2022. Bagi yang meninggal dunia mendapatkan Rp36 juta, cacat permanen Rp30,8 juta, luka berat Rp16,5 juta, luka sedang Rp8,25 juta, dan bantuan biaya makanan sebesar Rp10 juta. ***
Artikel Terkait
Server siREKAP 'Diduga' ada diluar negeri, KPU Melanggar UU?
Wakil Ketua DPRD Desak Bawaslu Tangkap Komprador Politik Pemilu 2024!
FX Rudy Blak-blakan Ungkap Penyebab PDIP Masih Unggul tapi Ganjar-Mahfud Anjlok
Ganjar Mahfud Menangi Pilpres di Swedia dan Latvia
Anggota Komisi A Pantau Kecurangan Suara di Kecamatan Tandes
Pemilu Lancar dan Kondusif, Arif Fathoni Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Surabaya
Katanya Transparan dan Akuntabel? Masyarakat pertanyakan kevalidan Data Perhitungan suara KPU!