nasional

Yusuf Mujiono dan Tim Pewarna Indonesia Napak Tillas Peristiwa Cidahu: "Menyisakan Trauma Bagi Semua Warga"

Sabtu, 19 Juli 2025 | 21:19 WIB
Yusuf Mujiono dan Tim Pewarna Indonesia ketika Napak Tilas Peristiwa Cidahu (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Tiga pekan telah berlalu di mana peristiwa pengerusakan sebuah Villa di Desa Tangkil, RT 04, RW 01, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Di mana peristiwa penyerangan dan pengusakan itu disertai dengan pengusiran peserta retreat anak-anak ketika itu, dan proses rehabilitasi fisik bag dan mental bagi anak-anak yang mendapatkan intimidasi sudah berproses serta penegakkan hukumnya sudah ditetapkan ada 8 tersangka.

Yusuf Mujiiono Ketua Umum Pewarna Indonesia didampingi Albert Muntu, Grolus Sitangang dan Junyor Parhusip menyempatkan waktu untuk berkunjung dan melihat langsung Villa yang dirusak Warga tersebut, karena dirasa perlu.

Baca Juga: WBP dan Pegawai Lapas Amuntai Semarakkan Senam Zumba Bersama Instruktur Profesional

Sehingga pada Jum'at (18/7/2025) sekira pukul 07.00 WIB, Tim Pewarna berangkat dari Jakarta menuju Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, dan tiba di Villa sekitar pukul 09.00 WIB. Waktu tempuh dari jalan utama menuju Desa Tangkil sekitar kurang 15 menit dan disambut Youngki selaku pengelola Villa.

Yusuf menggambarkan situasi lingkungan disekitar Villa, banyak rumah warga dan beberapa Pabrik berdiri di wilayah Kecamatan Cidahu. Lingkungannya masih hijau dan sejuk, sekalipun rumah warga sudah begitu padat. Sementara jalan menuju Villa tidak rata, sudah banyak kerusakan disana sini dengan beberapa tempat sedang dilakukan pengecoran jalan.

Vila yang berdiri tak jauh Kantor Polisi Sektor Cidahu dan tentang kerusakan Villa sudah diperbaiki serta keadaan sudah kembali seperti semula. Gazebo yang roboh, pot-pot tanaman yang dipecahin dan kaca-kaca jendela pun sudah terlihat rapi kembali.

Kehadiran Yusuf dan Tim diterima langsung keluarga Yongki, di mana sewaktu tim tiba dilokasi pintu gerbang masih tertutup rapat, Junyor salah satu tim mencoba mengetuk gerbang, dan tak lama kemudian keluar dari pintu yang diketahui salah satu pekerja dari warga Desa Tangkil.

Baca Juga: Bentuk Sinergitas, Lapas Kotapinang Ikuti Gerak Jalan Santai Semarakkan HUT Labuhanbatu Selatan Ke-17 Tahun 2025

Setelah mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan kami yang mau bertemu dengan Yongky. Setelah itu anak muda tersebut menemui pak Yongki dan akhirnya tim pewarna dipersilahkan masuk ke dalam rumah (Villa).

Yongki kemudian mempersilahkan duduk di ruangan yang cukup besar, setelah mengenalkan tim lalu berlanjut pada mendengar kisah dari Yongki tentang kejadian saat itu hingga situasi terkini.

"Saya hanya menceritakan apa yang saya tahu saat kejadian kalau masalah yang lain termasuk masalah hukum itu bukan saya yang berwenang," ujar pria kelahiran Manado yang juga aktif berpartai ini.

Tentang peristiwa pengrusakan tersebut kisahnya sama dengan berita yang sudah beredar selama ini, Cuma mau meluruskan saja bantuan seratus juta dari Pak Dedi, memang perintah ibu yang punya villa untuk diberikan untuk sarana-sarana masyarakat termasuk rumah ibadah, namun duitnya belum diberikan dan masih di tersimpan. Lantaran masih menunggu situasi terlebih dahulu dan inipun berdasarkan beberapa tokoh masyarakat disini.

Baca Juga: Tingkatkan Kebugaran, Warga Binaan Lapas Gunungtua Mengikuti Kegiatan Senam Pagi

Halaman:

Tags

Terkini