NAWACITAPOST.COM - Kecelakaan laut kembali mengguncang perairan Indonesia setelah KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Kapal yang mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, karam hanya 24 menit setelah berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Badan SAR Nasional mencatat hingga Kamis malam, 29 orang berhasil diselamatkan dalam proses evakuasi. Sementara itu, 6 orang dinyatakan meninggal dunia dan 30 lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan terus bekerja tanpa henti, menelusuri perairan Selat Bali dengan bantuan kapal dan penyelam. Cuaca serta arus laut yang tidak stabil menjadi tantangan dalam proses pencarian.
Daftar korban selamat yang telah berhasil diidentifikasi meliputi nama-nama berikut:
Baca Juga: Dari 661 Pemandu, Hanya Separuh Guide Rinjani yang Punya Lisensi
1. Sandi Wariawan (40), Kepala Kamar Mesin kapal
2. Erick Imbawani (30), Nakhoda pengganti
3. Richo Krafsanjani (28), kelasi
4. Nurdin Yuswanto (52), Mualim II
5. Romi Alfa Hidayat
6. Saroji
7. Mansun Wajihi
8. Ansori
9. Sinyo
10. Ely Wahyudi
11. Saiful Munir
12. Supardi
13. Abu Khoiri
14. Farid Ahmad
15. Suyipno
16. Bahrul
17. Eka Taniansyah
18. M. Triwahyudi
19. M. Farid Wajdi
20. Samsul Hidayat
21. M. Kholil
22. Bejo Santoso
23. Deni Hermanto
24. Ahmad Lukan
25. Febriani
26. Ibnul Vawait
27. Imron
28. Nanda Sintani
29. Riki Prayuda
Sementara itu, korban meninggal yang telah diidentifikasi adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Hasto Kristiyanto Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Harun Masiku
1. Anang Suryono (59)
2. Eko Sastriyo (51)
3. Elok Rumantini (34)
4. DNA Cahyani (51)
5. Fitri April L dan anaknya
6. Afnan Aqiel (3)
Basarnas menegaskan proses pencarian akan terus dilanjutkan selama kondisi memungkinkan. Foto-foto yang tersebar menunjukkan kapal naas itu saat masih bersandar, menjadi saksi bisu sebelum insiden terjadi.
Saat ini, posko informasi telah dibuka di Pelabuhan Ketapang untuk keluarga penumpang. Dua nomor layanan disediakan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi langsung, yakni 081234429667 dan 082360703299. Selain itu, ruang monitoring dan ruang tunggu di pelabuhan juga dibuka untuk menerima pertanyaan serta memberikan kabar terbaru dari pihak berwenang.