nasional

PGLII Deklarasi dan Seruan Kepedulian Kepada Ciptaan

Selasa, 17 Juni 2025 | 16:10 WIB
Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia

NAWACITAPOST.COM -  Kami, umat percaya dalam terang Injil Yesus Kristus, mengakui bahwa dunia ini diciptakan oleh Allah Tritunggal: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dalam kasih-Nya, Allah menciptakan semesta dengan keindahan, keberagaman, dan keterkaitan yang saling menopang, dan menyatakan semuanya “sungguh amat baik”.

Manusia diciptakan menurut gambar Allah dan berasal dari debu tanah, menjadi bagian dari ciptaan, sekaligus diberi tanggung jawab untuk memelihara dan mengelola bumi sebagai wakil-Nya.

Namun, dosa telah merusak hubungan manusia dengan Allah, sesama, dan alam. Ketamakan dan ketidakadilan memperparah penderitaan dan kerusakan ciptaan.

Meski demikian, Allah setia memelihara ciptaan-Nya, melalui perjanjian dengan Nuh, Abraham, dan umat-Nya, serta melalui hukum Sabat dan Yobel yang menunjukkan kasih Allah bagi manusia dan tanah.

Dalam Kristus, Sang Firman yang menjadi manusia, Allah masuk ke dalam ciptaan dan melalui kematian serta kebangkitan-Nya, mendamaikan segala sesuatu, baik di bumi maupun di surga.

Roh Kudus kini memperbarui bumi dan melahirkan Gereja untuk menjadi saksi Injil Kerajaan Allah, Injil yang membawa keselamatan, keadilan, dan pemulihan bagi seluruh ciptaan. Gereja dipanggil untuk hidup selaras dengan kehendak Allah atas bumi dan menjadi saluran kasih-Nya bagi dunia yang terluka.

Baca Juga: Rakernas PGLII 2025: Visi Baru, Semangat Injili untuk Indonesia Bermoral

Kami percaya bahwa Kristus akan datang kembali untuk memperbarui segala sesuatu. Dunia ini bukan untuk ditinggalkan, melainkan dipulihkan. Tubuh kebangkitan Kristus menjadi jaminan bahwa ciptaan akan ditebus, bukan dimusnahkan.

Dengan landasan iman ini, kami menyampaikan deklarasi dan seruan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil tindakan nyata dan berani dalam merawat dan memulihkan ciptaan yang telah rusak.

Ciptaan bukanlah sekadar sumber daya ekonomi, melainkan rumah bersama pemberian Tuhan, warisan bagi generasi mendatang, dan tanda kasih Allah yang terus bekerja dalam sejarah.

Keprihatinan atas Eksploitasi Industri yang Merusak Ciptaan
Dengan penuh keprihatinan, kami menyampaikan jeritan bumi dan penderitaan ciptaan Allah yang kini terancam oleh kerakusan manusia.

Negeri Indonesia, yang dianugerahi kekayaan alam luar biasa, sedang mengalami kehancuran ekologis yang semakin mengkhawatirkan akibat ekspansi besar-besaran industri ekstraktif, khususnya pertambangan dan perkebunan skala besar yang dilakukan tanpa mempertimbangkan keseimbangan ciptaan, keadilan sosial, dan hak generasi mendatang.

Salah satu ancaman paling serius datang dari eksploitasi tambang di pulau-pulau kecil Indonesia, wilayah yang memiliki daya dukung terbatas namun sangat penting secara ekologis dan kultural.

Baca Juga: PGLII dan Otorita IKN Kolaborasi dalam Musyawarah Nasional XIII di Balikpapan  

Halaman:

Tags

Terkini