nasional

Try Sutrisno Terlibat dalam Forum Purnawirawan Copot Gibran, Panglima TNI Mutasi Putranya dari Pangkogabwilhan I  

Kamis, 1 Mei 2025 | 12:53 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Indonesia keenam dari tahun 1993 hingga 1998 Try Sutrisno dukung pencopotan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wapres. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan mutasi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu nama yang ikut mengalami pergantian jabatan adalah Letjen Kunto Arief Wibowo. Ia kini dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), setelah sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I).

Letjen Kunto Arief Wibowo merupakan putra dari Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno. Perubahan posisi Kunto terjadi bersamaan dengan rangkaian mutasi yang melibatkan ratusan perwira tinggi lainnya.

Berdasarkan informasi resmi, total terdapat 237 perwira tinggi TNI yang dimutasi dalam keputusan terbaru tersebut. Mutasi ini melibatkan sejumlah posisi strategis, mulai dari Pangkogabwilhan hingga komando di lingkungan angkatan laut dan udara.

Nama Try Sutrisno belakangan juga menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam Forum Purnawirawan TNI-Polri. Forum ini terdiri dari 103 purnawirawan jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel. Salah satu usulan mereka yang menuai perhatian adalah dorongan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk mencopot Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari jabatannya.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

Deklarasi Forum Purnawirawan TNI-Polri memuat delapan poin, di antaranya penolakan terhadap kebijakan pemerintah dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), penolakan terhadap penggunaan tenaga kerja asing, serta desakan reshuffle terhadap menteri-menteri yang diduga terlibat dalam kasus korupsi. Selain Try Sutrisno, forum tersebut juga diisi oleh tokoh-tokoh seperti Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, dan Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan.

Salah satu poin paling kontroversial dari forum tersebut adalah pernyataan bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi terkait Pasal 169 Huruf Q dalam Undang-Undang Pemilu diduga melanggar hukum acara MK serta Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman. Hal ini dijadikan dasar untuk mendorong pergantian wakil presiden melalui jalur MPR.

Letjen Kunto Arief Wibowo sendiri mulai menjabat sebagai Pangkogabwilhan I sejak 7 Januari 2025 hingga 30 April 2025. Ia lahir di Malang pada 15 Maret 1971 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1992 dari kecabangan infanteri. Pada tahun 2007, Kunto menyelesaikan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Pendidikan Reguler XLV.

Selama karier militernya, Kunto pernah menduduki berbagai posisi penting. Ia menjabat sebagai Wakil Komandan Kodiklat TNI AD dari 17 Juli 2023 hingga 24 Juli 2024. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi dari Januari 2022 hingga Agustus 2023, Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad pada tahun 2021, serta Kepala Staf Kodam III/Siliwangi dari April 2020 hingga Juli 2021.

Baca Juga: Kebakaran Terburuk di Israel, Jalan ke Tel Aviv Lumpuh Total!  

Ia juga menerima sejumlah penghargaan, antara lain Bintang Yudha Dharma Pratama dan Bintang Kartika Eka Paksi Pratama. Selain itu, ia memperoleh Freefall Parachutist Badge dari Angkatan Darat Malaysia dan Air Assault Badge dari Angkatan Darat Amerika Serikat.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa mutasi yang dilakukan ini merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi dan kaderisasi kepemimpinan di tubuh TNI. Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan yang terus berkembang di lingkungan pertahanan dan keamanan nasional.

Tags

Terkini