NAWACITAPOST.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis pagi, 1 Mei 2025. Kepala negara tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB.
Setibanya di area acara, Prabowo sempat menyalami para buruh yang berdiri di dekat pagar pembatas sebelum akhirnya menuju panggung utama. Kehadiran Prabowo pada peringatan May Day tahun ini turut didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara.
Di antara mereka yang hadir adalah para menteri dari Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga tinggi negara. Menteri Sekretaris Negara Praseyo Hadi, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad tampak mengikuti jalannya acara sejak pagi.
Selain itu, hadir juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga terlihat hadir di tengah peserta. Dari kalangan legislatif, sejumlah anggota DPR RI seperti Rieke Diah Pitaloka dan Habiburokhman turut menyaksikan langsung peringatan Hari Buruh tersebut.
Acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB, dengan sejumlah pejabat sudah berada di lokasi sejak pagi. Ketua DPR RI Puan Maharani terlihat menaiki panggung sekitar pukul 09.20 WIB, disusul oleh beberapa pejabat lainnya yang berdiri bersama massa buruh yang datang dari berbagai wilayah.
Sebelum kedatangan Presiden Prabowo, Menteri Sekretaris Negara Praseyo Hadi menyampaikan bahwa para buruh akan menyampaikan enam tuntutan utama dalam momentum peringatan May Day kali ini. Salah satu tuntutan yang menjadi sorotan adalah persoalan mitigasi pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah menggodok pembentukan Satuan Tugas Mitigasi PHK sebagai bentuk tanggapan atas aspirasi buruh. "Tapi kalaupun ada di antara 6 tuntutan itu yg belum kita kerjakan oleh kita bersama-sama pasti akan ditindaklanjuti, pasti akan kita pelajari," kata Praseyo kepada wartawan di lokasi acara.
Praseyo juga menyebut bahwa sebagian dari tuntutan buruh sudah dalam proses tindak lanjut oleh kementerian terkait. Pemerintah, kata dia, akan berupaya menjaga komunikasi dengan perwakilan serikat buruh agar berbagai kebijakan bisa diarahkan sesuai kebutuhan dan kondisi pekerja di lapangan.
Peringatan Hari Buruh tahun ini berlangsung di tengah dinamika ekonomi global yang masih tidak menentu. Dalam suasana tersebut, pemerintah menyatakan komitmennya untuk menjaga ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh melalui dialog sosial dan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan pekerja.
Acara May Day di Monas dihadiri ribuan buruh dari berbagai serikat dan organisasi, dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian yang disebar di sejumlah titik. Peringatan May Day 2025 ini menjadi momen penting untuk menyampaikan suara buruh sekaligus mempererat dialog antara pemerintah dan masyarakat pekerja.
Berikut adalah enam tuntutan KPSI dalam peringatan Hari Buruh 2025 di Jakarta:
1. Penghapusan sistem outsourcing
2. Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)
3. Revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
4. Realisasi upah layak
5. Pengesahan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi
6. Pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK)
Artikel Terkait
Peringati May Day, Arif Fathoni: Buruh dan Pengusaha Adalah Dua Sisi Mata Uang yang Sama
Hasmizal Kadisdukcapil,Lepas Purnama Tugas Wabup Siak : Terimakasih Atas Dedikasi Membangun Siak
Gubernur Banten Andra Soni Hadiri Rakor Penataan Ruang
LKPD TA 2024 Raih WTP, Pemprov Banten Raih Opini WTP Kesembilan Berturut-turut
Warga Katerban Baron Nganjuk Desak Kasun Mundur dari Jabatannya Karena Hal Ini