Jumat, 10 Juli 2026

Cara Warga Bertahan Hidup di Kota Terdingin Dunia  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 28 Januari 2025 | 11:20 WIB
Yakutsk, dinobatkan sebagai kota terdingin di dunia.  (X)
Yakutsk, dinobatkan sebagai kota terdingin di dunia. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Yakutsk, yang terletak di Republik Sakha, Rusia, telah dinobatkan sebagai kota terdingin di dunia. Terkenal dengan suhu yang dapat mencapai -40°C sepanjang tahun, kota ini memiliki cuaca ekstrem yang menjadi ciri khasnya.

Pada musim dingin, suhu di Yakutsk bahkan bisa turun hingga -70°C, yang menjadikannya sebagai menantang untuk ditinggali manusia. Meski demikian, kota ini memiliki populasi lebih dari 280.000 jiwa.

Kota ini didirikan pada 1822 dan kemudian menjadi ibu kota administratif Republik Otonomi Yakutia pada 1851. Yakutsk kini berfungsi sebagai pusat administratif, industri, budaya, dan penelitian utama di kawasan tersebut.

Sebagai salah satu kota paling dinamis di Timur Jauh Rusia, Yakutsk terus berkembang meski menghadapi tantangan besar berupa iklim yang sangat ekstrem. Secara geografis, Yakutsk terletak di garis lintang 62°N yang cukup tinggi, sehingga iklim di kota ini sangat kontinental.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

Pada musim dingin, suhu rata-rata mencapai -42°C, sementara pada musim panas bisa mencapai 19°C. Iklim yang sangat dingin ini dipengaruhi oleh letaknya di dataran tinggi Siberia dan kedekatannya dengan Lingkar Arktik.

Suhu yang ekstrem ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari penduduk Yakutsk yang harus bertahan dalam cuaca yang sangat dingin selama berbulan-bulan. Penduduk Yakutsk cenderung tidak berlama-lama berada di luar ruangan karena suhu yang membekukan tubuh.

Bagian tubuh yang terbuka akan cepat terkena radang dingin. Oleh karena itu, pakaian yang digunakan sehari-hari mayoritas berbahan tebal dan berbulu, seperti mantel rubah, bot rusa, dan topi muskrat.

Selain itu, sebagian besar rumah di Yakutsk dibangun di atas panggung. Hal ini dilakukan agar panas dari bangunan tidak melelehkan lapisan permafrost di bawahnya, yang bisa menyebabkan bangunan tenggelam. Lapisan tanah beku ini, yang tidak pernah mencair, membatasi kegiatan konstruksi dan menggali kuburan di kota ini, yang bisa memakan waktu 2-3 hari.

Baca Juga: 5 Destinasi Pecinan Ikonik di Indonesia  

Meski begitu, Yakutsk bukan hanya tentang suhu dingin. Kota ini juga dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tambang lokal di Yakutsk menyumbang sekitar seperlima dari produksi berlian dunia. Selain berlian, kota ini juga kaya akan gas alam, minyak, emas, perak, dan mineral lainnya.

Kehidupan sosial di Yakutsk juga unik. Penduduk sering mengunjungi satu sama lain, namun hanya untuk beberapa menit saja, karena mereka harus menjaga tubuh tetap hangat.

Meskipun suhu sangat dingin, mereka tetap melakukan aktivitas sosial, seperti minum teh panas dan bersulang sebelum kembali membungkus tubuh mereka dan melanjutkan perjalanan. Hal ini memberi kesan bahwa rumah-rumah di Yakutsk berfungsi sebagai titik perhentian dalam perjalanan sehari-hari mereka.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini