NAWACITAPOST.COM - Ketika berbicara tentang seni, terutama seni rupa, kita tidak hanya berbicara soal gambar, warna, atau bentuk, tetapi juga tentang makna, pemikiran, dan nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh senimannya. Yusuf Susilo Hartono, seorang pelukis, jurnalis, dan sastrawan Indonesia, mengungkapkan bahwa seni adalah cara menyampaikan sesuatu yang khas.
Baginya, setiap karya seni adalah pernyataan yang lahir dari pergulatan batin, renungan, dan pengamatan mendalam terhadap kehidupan. Dalam salah satu podcast "Sosok" yang ditayangkan YouTube Media Nawacita Indonesia, Yusuf menekankan bahwa proses kreatif seorang seniman adalah perjalanan unik yang mencerminkan peran mereka sebagai saksi zaman.
Sebagai seorang yang juga berlatar belakang jurnalistik dan sastra, ia menggabungkan pendekatan-pendekatan tersebut ke dalam karya-karyanya. Melalui seni rupa, ia tidak hanya sekadar menggambar, tetapi juga berusaha menangkap esensi zaman dan menyampaikannya dengan bahasa simbol yang khas.
Salah satu tema besar yang diusung Yusuf adalah kasih. Ia menjelaskan bahwa kasih memiliki gradasi makna yang sangat luas, mulai dari hubungan manusia dengan Tuhan, antar sesama manusia, hingga kasih terhadap alam.
"Dalam Islam, kasih diterjemahkan sebagai sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim dari Tuhan," ujarnya.
Namun, menurut Yusuf, kasih tidak hanya menjadi monopoli satu agama saja. Sebab, hampir semua kepercayaan menekankan pentingnya kasih, meskipun cara pengamalannya mungkin berbeda.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah ilustrasinya yang terinspirasi dari kisah Yesus memberi makan ribuan orang dengan dua ikan dan lima roti. Meskipun Yusuf adalah seorang Muslim, ia menerima tantangan untuk menciptakan karya berdasarkan cerita dari tradisi Kristiani.
Baca Juga: Dukung Seniman Lokal, Lisa Ayodhia Inisiasi Pameran Lukisan dengan Sentuhan Unik
"Saya ingin tetap menghormati keyakinan itu, namun dengan sudut pandang saya sebagai seorang Muslim," ujarnya.
Simak perbincangan seru bersama pelukis Yusuf Susilo Hartono, yang akan menggelar pameran lukisan, pada 16-18 Januari 2024 di Hotel Neo Kebayoran, Jakarta, di link berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=wnMkIgnErW0&t=1886s
Artikel Terkait
5 Kebakaran Terbesar dalam Sejarah Dunia
Wow! Kerugian Kebakaran Los Angeles Setara Sepertiga APBN Indonesia 2025
Warisan Ibu Tien Soeharto: Kebun Plasma Nutfah Ini Punya Koleksi 333 Jenis Pisang
Program Pemberian Amnesti Presiden, Lapas Sibolga Ikuti Sosialisasi Pelaksanaan Verifikasi dan Assessment
Inilah Lembah Paling Kering di Bumi yang Tak Pernah Diguyur Hujan