Minggu, 7 Juni 2026

Warning! Virus Varian Baru Centaurus dari India Terdeteksi di Indonesia

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Senin, 18 Juli 2022 | 21:45 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia hingga pekan ketiga Juli 2022 masih di level tinggi. Kini, ancaman kasus Covid-19 semakin meningkat karena ada Omicron varian baru, yakni BA.2.75 atau Centaurus yang telah terdeteksi di di Jakarta dan Bali.

Baca Juga: Pemerintah Terus Antisipasi Subvarian Covid-19 

Jenis varian baru ini diimpor dari India yang juga pertama kali melaporkan varian delta sebelum menjalar ke seluruh dunia.

"Selain BA.5, sudah teridentifikasi subvarian BA.275 atau Centaurus di Jakarta & Bali," kata Ahli Epidemiologi UI Pandu Riono melalui media sosialnya seperti yang dikutip Indozone, Senin (18/7/2022).

Dia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perlu menegakkan aturan melalui aplikasi Pedulilindungi dengan lebih tegas terkait dengan kegiatan keramaian di tempat publik untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Aplikasi PL perlu diterapkan dg tegas. @aniesbaswedan," katanya.

Pandu menjelaskan bahwa Jakarta sudah berada dipuncak penyebaran wabah Covid-19. Ini dibuktikan melalui angka Rt di atas 1 artinya penularan masih terjadi.

"Perlu terus prokes, pakai masker. Percepat vaksinasi booster," bebernya.

Sementara itu Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama menyebut terkait dengan varian Centaurus, sejauh ini belum ada kepastian tentang karakter penularan BA.2.75, pun berat ringannya gejala hingga kemungkinan menghindar dari sistem imun seseorang.

"Hanya sejak dari India, maka kini kasus itu sudah menyebar ke 10 negara, penyebaran yang cukup cepat yang mengingatkan kita seperti varian Delta yang lalu," ujarnya beberapa waktu yang lalu seperti yang dilansir Antara.

Data sementara yang dikumpulkan Tjandra menunjukkan terdapat sedikitnya delapan mutasi tambahan BA.5 pada varian Centaurus.

"Utamanya di terminal N yang dapat punya pengaruh menghindar dari imunitas yang sekarang sudah ada," katanya.

Selain BA.2.75 yang memang sudah dalam monitoring WHO, kata dia. ada juga subvarian lain yang perlu mendapat perhatian, yakni BA.5.3.1 yang disebut sebagai Bad Ned karena ada mutasi pada N:E136D.

Dia mengatakan otoritas kesehatan Shanghai menyebut BA.5.2.1 terdeteksi di Pudong, Shanghai pada Minggu (10/7).

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini