Ia menjelaskan, saat ini tempat ibadah mereka yang berada di lantai dua Ruko Simpang Tiga tidak bisa digunakan. Dia mengaku sakit hati dan merasa dianak tirikan.
"Tentu saja kita sebagai umat beriman merasa sakit hati, merasa kaget merasa dianak tirikan, merasa kaya kita itu tidak ada harganya di mata mereka itu menurut saya," ungkapnya, usai beribadah, Minggu (26/08/2024).
Baca Juga: Pj Bupati Jombang Perintah Ambil Paksa Ruko Simpang Tiga, Ini Kata Ketua FRMJ
Pihaknya berharap pemerintah meninjau kembali keputusan mereka untuk memberi kesempatan para jemaat bisa kembali menggelar ibadah di gereja dengan khusyuk, aman dan nyaman.
"Dengan kejadian ini karena kita sudah merdeka 79 tahun, Pemda bisa mengoreksi lagi agar tindakannya kalau misalkan tidak tepat ini dibuka lagi. Kalau ada tendensi lain tanah diambil itu kita bisa diberi kesempatan. Sebagai jemaat orang kecil sakit hati juga, merasa tertindas juga sakit hati, juga kayaknya kita tidak diorangkan karena kita ini negara Pancasila," tutupnya.
Artikel Terkait
Pemuda Pencuri Uang dan Hp di Ruko Jalan Mawar Berhasil di Amankan Polsek Sukorejo
Apartemen dan Ruko Puncak CBD Wiyung Mangkrak dan Tertunggak PBB, Konsumen Akan Tempuh Upaya Hukum
Kerugian Diperkirakan Miliar Belasan Ruko Pasar Baru Ujung Batu Terbakar
Berikut Nama Pemilik 17 Ruko Pasar Baru Ujung Batu Yang Terbakar Kerugian Miliar
Ketua FRMJ Jombang Menilai Rencana Pengosongan Ruko Simpang Tiga Terlalu Prematur