Rabu, 22 Juli 2026

Indonesia Perlu Energi Baru, Jumlah Penduduk Semakin Banyak

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Selasa, 25 Januari 2022 | 17:06 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST - Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan Indonesia perlu inovasi baru untuk energi terbaru. Semakin bertambah penduduk, maka kebutuhan energi juga ikut meningkat. Menurutnya, energi yang tepat untuk kebutuhan Indonesia adalah energi nuklir.

“Untuk itu, diperlukan strategi yang baik guna menyiapkan kebutuhan energi di masa depan, salah satunya melalui bauran energi,” ungkap Sugeng saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Reaktor Nuklir Kartini BRIN di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/1/2022).

Sugeng mengatakan, diperlukan bauran energy untuk menyediakan energi yang terjangkau bagi masyarakat. Dengan disusunnya Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT), seluruh potensi energi termasuk nuklir perlu dimaksimalkan. Hal ini bertujuan memperoleh keadilan energi bagi masa depan, bukan hanya ketersediaan energi. “Kita perlu bersiap, dengan kapasitas nasional yang kita miliki, kita mampu mewujudkan UU Energi Baru dan Terbarukan,” ujar Sugeng.

Perkembangan teknologi yang semakin maju, masyarakat membutuhkan tenaga yang mempuni untuk mengelola energi yang terbaru. Di era komunikasi yang mudah, sumber listrik dan energi sangat dibutuhkan dengan yang meringankan masyarakat. Energi nuklir bisa menjadi solusi ditengah keterbatasan masyarakat.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Rico Sia mendorong BRIN untuk bisa menciptakan atau mengikuti perkembangan teknologi, agar bisa memproduksi energi dengan biaya yang lebih murah, serta menyiapkan SDM anak bangsa yang mampu mengoperasikan nuklir. “Saya menyadari, salah satu kendala yang dihadapi Indonesia adalah keterbatasan SDM yang mumpuni dalam mengelola nuklir ke depan,” ungkap Rico.

Di sisi lain, Plt. Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Agus Sumaryanto menyampaikan kesiapan BRIN dalam mengembangkan riset ketenaganukliran di Indonesia. Agus menjelaskan, saat ini BRIN memiliki tiga reaktor nuklir. Pengelolaan limbah nuklir sudah mampu dilakukan. Fasilitas tersebut ditunjang juga dengan peralatan yang dapat digunakan untuk pengujian bahan bakar PLTN, material, dan lainnya. (Fajrul Fathoni)

https://youtu.be/rv_lciVJ25Q

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini