NAWACITAPOST.COM - Utang adalah salah satu aspek yang tak terpisahkan dari sistem perekonomian modern. Ketika digunakan dengan bijaksana, utang dapat mendorong pertumbuhan dan inovasi, namun utang yang berlebihan dapat mengancam stabilitas ekonomi dan finansial.
Dalam skala global, ada beberapa individu dan entitas yang memiliki utang dalam jumlah yang sangat besar. Salah satu contohnya adalah Xu Jiayin, seorang miliarder asal China yang utangnya melebihi APBN Indonesia untuk tahun 2024.
Siapa Xu Jiayin?
Xu Jiayin, atau yang dikenal di luar China sebagai Hui Ka Yan, adalah pendiri dan ketua Evergrande Group, sebuah perusahaan properti raksasa asal China. Lahir pada 9 Oktober 1958 di Desa Jutaigang, provinsi Henan, Xu Jiayin datang dari latar belakang sederhana.
Ayahnya adalah seorang mantan tentara yang berjuang melawan Jepang. Sedangkan ibunya meninggal dunia ketika Xu Jiayin masih sangat muda. Ia dibesarkan oleh neneknya dan memulai kehidupannya dengan berbagai pekerjaan berat, termasuk mengendarai traktor dan bekerja di pabrik semen.
Baca Juga: Pinjol Tawarkan Utang Rp10 Miliar, Puan Maharani Peringatkan Bahaya bagi Generasi Muda
Namun, perjalanan hidupnya berubah setelah ia diterima di Institut Besi dan Baja Wuhan (sekarang Universitas Sains dan Teknologi Wuhan) pada akhir 1970-an. Setelah lulus, Xu Jiayin bekerja di Wuyang Iron and Steel Company sebelum akhirnya memutuskan untuk memulai usaha sendiri.
Pada tahun 1997, ia mendirikan Evergrande Group, yang kemudian berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan properti terbesar di China. Selama bertahun-tahun, Evergrande Group telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa, termasuk penawaran umum perdana yang sukses dan investasi di sektor-sektor seperti mobil listrik dan klub sepak bola Guangzhou Evergrande.
Pada puncaknya, perusahaan ini dianggap sebagai salah satu perusahaan real estat paling bernilai di dunia. Namun, kesuksesan tersebut tidak bertahan lama. Krisis ekonomi global dan dampak pandemi COVID-19 menyebabkan utang perusahaan membengkak.
Pada tahun 2021, Evergrande terancam bangkrut dengan utang mencapai sekitar $300 miliar atau setara dengan Rp4.679 triliun, melebihi APBN Indonesia tahun 2024 yang diperkirakan sebesar Rp3.325,1 triliun. Dengan demikian, Xu Jiayin merupakan pengusaha yang memiliki utang tertinggi di dunia. Utang yang sangat besar ini menciptakan dampak domino yang signifikan, mempengaruhi industri properti China dan memicu kekhawatiran global tentang potensi dampak terhadap ekonomi dunia.
Baca Juga: 7 Tradisi Pernikahan Unik, dari Ludahi Pengantin hingga Kawin Colong dari Indonesia
Krisis utang yang melanda Evergrande tidak hanya berpengaruh pada perusahaan itu sendiri, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap ekonomi global. Perusahaan dengan utang sebesar itu memiliki hubungan dengan berbagai sektor ekonomi, termasuk konstruksi, perbankan, dan pasar modal. Kegagalan Evergrande dapat mempengaruhi kepercayaan investor, memicu ketidakstabilan pasar, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Selain itu, krisis ini juga menyoroti risiko yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat dan manajemen utang yang buruk. Banyak perusahaan dan negara lain yang menghadapi tantangan serupa, dengan utang yang semakin menumpuk dan mempengaruhi stabilitas finansial mereka.
Artikel Terkait
Mertua Bongkar Utang Indra Bekti Bejibun
Masyarakat Diminta Waspadai Jasa Pelunasan Utang Pinjol
Terlilit Utang Pinjol, Ibu Ini Tega Jual Anak Kandungnya
Inilah Pemilik Pinjol Kredivo, Akulaku, dan Kredit Pintar
Begawan Properti Ciputra: Janji Adalah Utang