NAWACITAPOST.COM - Sekelompok peneliti internasional yang dipimpin oleh Prof Shigeru Saito dari Jepang mengumumkan hasil studi klinis 24 bulan yang membandingkan teknologi stent terbaru Bioadaptor dengan stent DES (Drug Eluting Stent) konvensional. Studi ini menunjukkan hasil superior dari Bioadaptor dengan tingkat kegagalan sebesar 1,9% dibandingkan dengan 5,5% pada DES, atau 65% lebih baik setelah dua tahun pasca prosedur.
Temuan ini menunjukkan efektivitas yang lebih besar terutama bagi pasien jantung berusia muda dan penderita diabetes. Selama hampir 40 tahun sejak diperkenalkannya percutaneous coronary intervention (PCI) untuk membuka pembuluh darah yang menyempit dengan pemasangan stent, metode ini telah menghadapi tantangan penyempitan ulang pembuluh darah (restenosis).
Meskipun DES telah memperbaiki hasil dengan melepaskan obat ke pembuluh darah, risiko komplikasi jangka panjang tetap menjadi masalah signifikan. Sekitar 20-50% pasien masih mengalami penyempitan pembuluh darah dalam 5-10 tahun setelah PCI, terutama pada pasien dengan diabetes, yang memiliki risiko penyempitan ulang dua kali lebih tinggi.
Dr. Vito Anggarino Damay, spesialis jantung, menjelaskan bahwa Bioadaptor menggabungkan keunggulan DES dengan teknologi Stent Polimer Bioresorbable (BRS) dengan menggunakan materi biodegradable untuk mendukung pemulihan fungsi arteri. Desain unik Bioadaptor dengan tiga helai heliks metal bersalut obat dan elemen "uncaging" yang beradaptasi dengan pembuluh darah setelah enam bulan, memungkinkan pemulihan gerakan dan fungsi alami pembuluh darah.
Proses perawatan Bioadaptor terdiri dari tiga fase, yakni membuka dan memperlancar pembuluh darah, melepaskan obat secara bertahap untuk mengontrol pembentukan jaringan sehat, dan melakukan adaptasi struktural setelah pemulihan. Ini berbeda dengan DES, yang meskipun efektif pada fase pertama, menghalangi pergerakan alami pembuluh darah dan meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang.
Baca Juga: Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe Kompak Mundur dari Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN
Harapan Baru bagi Pasien Jantung
Prof Teguh Santoso dari Rumah Sakit Medistra Jakarta menegaskan bahwa Bioadaptor membawa harapan baru bagi penderita jantung koroner, terutama bagi pasien muda yang aktif dan pasien dengan diabetes. Bioadaptor terbukti lebih efektif dalam mengurangi risiko kejadian klinis mayor (MACE) dengan memulihkan fungsi fisiologis pembuluh koroner.
Dr. Ismi Purnawan dari RSPAD menambahkan bahwa Bioadaptor memungkinkan aliran darah yang lebih besar dan pemulihan pergerakan pembuluh darah ke fungsi alami, mengurangi risiko restenosis pada pasien usia produktif. Teknologi ini juga terbukti lebih efektif mengurangi risiko MACE pada pasien diabetes.
Sementara, Prof Ribicini dari Italia menyebutkan bahwa pasien diabetes yang telah menjalani PCI memiliki risiko serangan jantung dua kali lebih tinggi, terutama yang bergantung pada insulin. Bioadaptor memberikan harapan baru dengan efektivitas dan keamanan yang lebih tinggi dalam menyembuhkan pembuluh darah yang tersumbat.
"Bioadaptor memberikan harapan bagi pasien jantung dengan diabetes, yang terbukti aman dan efektif menyembuhkan pembuluh darah yang tersumbat serta mendukung kesehatan jantung jangka panjang," dalam keterangannya, Senin (3/6/2024).
Baca Juga: Summarecon Investasikan Ratusan Miliar untuk Pengembangan Kota Terpadu di Makassar
Teknologi Bioadaptor telah dikembangkan dan diuji selama lebih dari enam tahun di berbagai negara. Di Indonesia, pemasangan pertama dilakukan pada Juni 2022 di Rumah Sakit Medistra Jakarta oleh Prof Teguh Santoso. Hingga saat ini, lebih dari 200 tindakan telah dilakukan.
Ati Saraswati, Country Manager Elixir Medical Indonesia, mengungkapkan kebanggaannya bahwa rumah sakit di Indonesia telah mengadopsi teknologi terbaru dalam pengobatan jantung. Bioadaptor telah tersedia di sejumlah rumah sakit dengan fasilitas jantung terbaik, termasuk RS Medistra, RS Harapan Kita, RS Mandaya, dan banyak lagi.
Artikel Terkait
Cara Mengatasi Gelisah dan Jantung Berdebar
Museum di Tengah Kebun: Eksplorasi Seni dan Budaya di Jantung Jakarta Selatan
Apa Itu Grebeg Sudiro: Tradisi Budaya Imlek yang Menggoda di Jantung Kota Solo
Petualangan Seru di MM Bekasi, Mal Legendaris di Jantung Kota Bekasi
Dari Jantung Bali ke Batavia PIK, Cabang ke-2 Made’s Warung Jakarta kini telah hadir di Pantai Indah Kapuk!