Kamis, 4 Juni 2026

OPINI: Belajar Memahami Dinamika Politik Indonesia dari Connie Rahakundini Bakrie

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 2 April 2024 | 09:35 WIB
Saiful Huda Ems (Instagram)
Saiful Huda Ems (Instagram)

NAWACITAPOST.COM - Sudahkah kalian lihat dan dengar pernyataan-pernyataan lugas dari analis militer yang paling top di Indonesia saat ini, yakni Connie Rahakundini Bakrie di berbagai podcast yang beredar di medsos?

Sangat menarik sekali apa-apa yang Connie terangkan soal dinamika politik nasional dan luar negeri.

Connie terlihat sangat cerdas dan lugas saat menghubungkan fenomena politik dalam negeri Indonesia dengan negara-negara luar bersama PBB-nya. Ini mengingatkan perjuangan saya bersama para senior politik saya di Jerman di pertengahan tahun 90 an, bahwa untuk "menghajar" rezim Soeharto yang otoriter, kerap melanggar HAM dan lain-lain. Ketika itu, kita perlu dukungan politik dari luar negeri melalui organisasi PBB.

Sebab hanya dengan cara itu kita sebagai rakyat atau warga negara memiliki daya tawar tinggi terhadap penguasa (rezim Soeharto) saat itu. Hingga kita sebagai rakyat tidak akan diperlakukannya lagi secara sewenang-wenang.

Baca Juga: Sosok Connie Bakrie yang Bocorkan Rencana Gibran Gantikan Prabowo Usai Dua Tahun Jabat Presiden

Sedangkan untuk konteks politik dalam negeri saat ini, rezim Joko Widodo (Jokowi) haruslah lebih berhati-hati dalam memperlakukan rakyatnya. Terlebih pada mereka yang kritis pada kebijakan pemerintahan Jokowi.

Jika rezim Jokowi sekali saja salah atau tergelincir ke dalam tindakan abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan, yang kemudian menjurus pada tindakan-tindakan seperti otoriterianisme, absolutisme dan militerisme, maka rezim Jokowi akan dihajar bukan hanya oleh rakyatnya sendiri melalui gerakan people power, melainkan pula akan dihajar oleh PBB, di mana Indonesia sudah berpuluh-puluh tahun telah tergabung dalam salah satu negara anggotanya.

Pelarian modal (capital flight) atau pelarian investasi (investment flight), pengadilan rakyat jalanan (revolusi sosial) yang bisa saja berkembang menjadi peradilan Mahkamah Internasional terhadap rezim Jokowi yang melanggar HAM, dll bisa sangat mungkin terjadi.

Olehnya, jika sudah bersepakat untuk memilih sebagai negara demokrasi, maka pemerintah haruslah selalu berusaha mendengar dan mengapresiasi suara-suara kritis rakyatnya, agar pemerintah dapat selalu terkontrol untuk tidak berbuat sewenang-wenang.

Baca Juga: Saiful Huda EmS: Jokowi Anak Durhaka dari PDIP, Harus Cari Perlindungan

Connie memang bukan hanya anggun orangnya, namun sangat anggun pula gagasan-gagasannya yang brilian. Harusnya bangsa Indonesia ini segera mendaulatnya sebagai Menteri Luar Negeri, hingga Indonesia lebih maju dan disegani dalam pergaulan internasionalnya.
Namun sayangnya kita semua sudah tahu bukan, penguasa Indonesia saat ini bukanlah penguasa yang berpihak pada kedaulatan rakyat, melainkan lebih berpihak pada kedaulatan pemodal.

Suatu ketika saya pernah mendapatkan kabar dari salah seorang teman dekat saya yang ingin menjadi menteri, tiba-tiba beliau didatangi oleh beberapa orang yang mengaku sebagai anggota Tim Tujuh Istana. Ia meminta teman saya itu untuk menunjukkan saldo di rekeningnya, dan mau bersedia mengeluarkan uang berapa untuk menjadi calon menteri yang akan segera di acc oleh "Pak Lurah". Gila bukan?

Semoga orang-orang cerdas seperti Connie yang sangat dibutuhkan oleh bangsa ini tidak mengalami nasib yang sama dengan teman saya itu, sebagai akibat dari krisis kepemimpinan ide. Namun Connie kelak akan terangkat menjadi Menteri Luar Negeri dari pemimpin nasional yang baru, yang jauh lebih dicintai oleh rakyatnya.

Baca Juga: OPINI: Awas Kalian Kualat!

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini