NAWACITAPOST.COM - Sungguh sangat berdosa besar jika sampai kalian terus menerus bernafsu menyeret-nyeret Nahdlatul Ulama (NU) ke arena politik praktis.
NU tidak akan pernah memiliki wibawanya lagi sebagai Ormas Islam terbesar di dunia, yang menjadi tempat berteduh bagi orang-orang yang mengalami dahaga spiritual dan dahaga intelektual.
Bertahun-tahun saya melawan arogansi politik Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang menguburkan pikiran-pikiran kritis Gus Durian di kubangan kepentingan politik kekuasaannya.
Namun ketika Muhaimin Iskandar dengan gerbong PKB-nya mulai berani bersikap tegas pada rezim Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan tabrak lari konstitusi, saya mulai angkat dua jempol untuknya!
Baca Juga: OPINI Saiful Huda Ems, NU di Hatiku Jokowi Musuh Politikku
Lidah memang tak bertulang, bilang mau mengambil jarak antara NU dengan politik praktis, namun nyatanya diam-diam menggiring warga Nahdliyin di berbagai tempat untuk mengikuti telunjuk sakti presiden pelopor tabrak lari konstitusi dalam perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Jika tidak segera bertaubat maka kalian akan kuwalat !
Penulis: Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Nahdliyin Sejati Alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (1985-1991).
Artikel Terkait
OPINI: Pengkhianatan Jokowi pada Ahok dan Megawati
OPINI: Selamatkan Jokowi atau Selamatkan Negara?
OPINI: Beragama dan Bernegaralah yang Rasional!
OPINI: Nepotisme Penghasil Badut-badut Negara
OPINI: Indonesia Darurat Leadership!