Ketiga prajurit yang gugur yakni Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anm) Heri Prasetyo.
Berdasarkan keterangan TNI AD, helikopter tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Namun, sekitar pukul 11.18 WIB, helikopter mengalami kecelakaan ketika melakukan pengambilan air untuk operasi water bombing di perairan Desa Sungai Perlu.
Setelah menerima laporan melalui jalur udara dan laut, tim gabungan langsung bergerak melakukan proses evakuasi terhadap kru helikopter.
Baca Juga: Senjakala Pasar Motor Listrik Nasional: Penjualan Anjlok Tajam, Konsumen Bayang-Bayang Range Anxiety
Tragedi tersebut kembali menyoroti besarnya risiko yang dihadapi personel di lapangan dalam penanganan karhutla.
Desakan Susi agar korporasi pembakar lahan menanggung kerugian negara, termasuk aset dan biaya operasi pemadaman, sekaligus memunculkan tuntutan agar penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran tidak berhenti pada pemulihan lingkungan semata.(***)
Artikel Terkait
Skenario Kejar-kejaran Dramatis, Bea Cukai Malang Gagalkan Penyelundupan 90.000 Batang Rokok Ilegal
Koridor Batas RI-PNG Dibuka, Bea Cukai Merauke Siap Kawal Raksasa Logistik Baru
Operasi Senyap Terbongkar: Bea Cukai Sumbawa Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal
Karhutla Gunung Arjuno dan Welirang Padam Total, Aparat Kepolisian Mulai Usut Penyebabnya
Tragis, Pahlawan Medali Emas Altet Porprov Jateng Syabilla Rizkia Berpulang di Tengah Laut