NAWACITAPOST.COM – Semangat pelantikan pengurus wilayah Partai Setara Indonesia (PASTI) bergelora lagi. Kali ini dilakukan di Makassar, pintu gerbang Pulau Sulawesi dan wilayah Indonesia Timur. Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, yaitu Jumat, 23 Oktober 2023, tim DPP PASTI yang terdiri dari Ketua Umum Ruyandi Hutasoit, Sekretaris Jenderal Dwi Urip Premono, Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Otoli Zebua, serta Wakil Bendahara Umum Mayria Hutasoit bertolak saat pagi di hari yang sama.
Begitu tiba di Bandara Hasanuddin Makassar sekira jam 13.30 WITA, tim DPP disambut dengan pengalungan bunga oleh panitia pelaksana dan unsur pengurus DPW Sulawesi Selatan. Rombongan kemudian bergerak menuju Resto legendaris Pallubasa Serigala di Kota Makassar.
Pallubasa adalah makanan khas dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang berbahan dasar daging sapi atau kerbau serta jeroan. Ciri khas utama dari hidangan berkuah kaya rempah ini adalah penambahan kelapa parut yang disangrai (diolah hingga kecoklatan lalu dihaluskan) serta sering kali disajikan dengan tambahan kuning telur ayam kampung mentah di atas kuahnya yang panas.
Jangan Sombong
Selepas dikenyangkan oleh nikmatnya pallubasa, tim DPP PASTI diantar menuju hotel tempat beristirahat sejenak sebelum menghadiri kegiatan di Resto Runtono mulai jam 17.00 waktu setempat. Tak bisa berlama-lama membaringkan badan, sekitar dua jam kemudian dijemput oleh panitia menuju tempat kegiatan. Di tempat itu sudah hadir lebih dari 100 orang yang siap mengikuti acara.
Dalam daftar undangan tertulis beberapa nama naratama, seperti Wakil Gubernur Sulawasi Selatan Fatmawati Rusdi, Wali Kota Makassar Munafri Rusdi, Wakil Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Selatan Pdt. Adrie Massie, dan Sekretaris Asosiasi Pendeta Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Pdt. Fariast Hiro Rombot, dan para tamu kehormatan lainnya.
Sebagaimana pelantikan pengurus PASTI di berbagai tempat lain, acara diawali dengan ibadah syukur sebagai ungkapan pujian dan terima kasih kepada Tuhan Yesus atas penyertaan, pertolongan, dan pembelaan Tuhan terhadap PASTI. Dalam renungan Firman Tuhan, Ketua Umum Ruyandi Hutasoit menyampaikan pesan Tuhan dari Kejadian 40: 1-23 yang mengisahkan masa hidup Yusuf selama dalam penjara.
"Kesombonganlah yang menjatuhkan Yusuf. Penjara mengikis sifat egoisme dan sikap menyalahkan orang lain yang sebelumnya dilakukan Yusuf. Tuhan mau Yusuf dan kita semua memiliki sifat rendah hati dan fokus kepada semua hal baik yang ada pada orang lain, bukan mencari kambing hitam, apalagi menyalahkan orang lain," ujar Ruyandi Hutasoit.
Hadirkan Perbaikan Nyata Bagi Kehidupan Masyarakat
Sementara Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan yang sambutannya dibacakan oleh Staf Ahli Wakil Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Dr. Since Erna Lamba, menyampaikan selamat kepada para.pengurus DPW Sulawesi Selatan dan DPC Kota Makassar yang dilantik.
Ir. Yunus Ramba, M.Th., terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sulawesi Selatan, didampingi oleh Hesky Wurararah, S.H., sebagai Sekretaris DPW dan Joseph Phoalino, S.T., sebagai bendahara wilayah. Sementara pengurus DPC Kota Makassar dipimpin oleh Hernest L. M.H., didampingi oleh Bobby Albertus Kondoy, M.H., dan Hendruk Yi sebagai bendahara. Wagub mengatakan bahwa momentum ini merupakan awal tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar bagi PASTI di wilayah Sulawesi Selatan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Baca Juga: Kualitas Aset Terjaga, Bank Mandiri Kelola Pertumbuhan Kredit secara Prudent
"Kehadiran PASTI memperkuat prinsip demokrasi, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menghadirkan politik yang santun, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyatakat. PASTI bertujuan untuk menghadirkan perbaikan yang nyata bagi kehidupan masyarakat," harap Wagub.
Artikel Terkait
Sapu Bersih Konsolidasi Papua Barat Daya, DPW PASTI Tuai Pujian dan Apresiasi
Menembus Kabut Asap Manokwari, Pimpinan Pusat PASTI Resmi Lantik Pengurus Papua Tengah
Tomohon Jazz Festival 2026 Resmi Digelar, Padukan Musik, Alam, dan Wisata Keluarga
Kemenhut Amankan 23 Kontainer Kayu Merbau dari Nabire di Surabaya, Dokumen Diduga Palsu