Kamis, 1 Oktober 2026

Mengenang Frans Seda, Suahasil Nazara Tekankan Pentingnya Menjaga Kredibilitas Fiskal di Tengah Turbulensi

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:46 WIB

NAWACITAPOST.COM — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pentingnya menjaga disiplin dan kredibilitas anggaran di tengah gejolak serta turbulensi ekonomi global.
 
Nilai-nilai kepemimpinan dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut dinilai tercermin secara nyata dari rekam jejak serta warisan pemikiran Menteri Keuangan periode 1966–1968, Franciscus Xaverius Seda atau Frans Seda.

Pernyataan mendalam tersebut disampaikan oleh Suahasil Nazara melalui unggahan di akun Instagram resminya, @menkeuri, pada Kamis (1/10/2026).
 
 
Dalam unggahan tersebut, Suahasil menyoroti kepemimpinan dramatis Frans Seda yang berhasil menyelamatkan perekonomian nasional saat Indonesia berada di titik terendah dan dihantam krisis dahsyat.

"Franciscus Xaverius Seda (Frans Seda) adalah sosok yang mengajarkan kita bahwa ketika terjadi gejolak dan masa yang sulit, kepercayaan dan disiplin fiskal harus dijaga erat. Kredibilitas menjadi fondasi paling mendasar dari APBN #UangKita," tegas Suahasil Nazara.

Navigasi Badai Hiperinflasi dan Konsolidasi Fiskal

Suahasil mengulas kembali periode krusial ketika Frans Seda menjabat sebagai Bendahara Negara di era peralihan kepemimpinan nasional.
 
Pada masa itu, Indonesia diuji oleh serangkaian krisis ekonomi struktural yang teramat berat, mulai dari lonjakan hiperinflasi hingga ratusan persen, penipisan cadangan devisa hingga titik nadir, hingga stagnasi sektor ekspor nasional.

Di tengah guncangan hebat tersebut, Frans Seda mengambil langkah-langkah penyehatan yang penuh keberanian dan terukur.
 
Langkah penataan ulang anggaran dan pengetatan disiplin keuangan negara terbukti menjadi penentu arah pemulihan ekonomi nasional.

"Beliau menjabat sebagai Menteri Keuangan pada saat masa gejolak ekonomi sangat berat: hiperinflasi, cadangan devisa habis, ekspor tertahan, dan berbagai tantangan perekonomian lainnya. Namun dengan penerapan disiplin dan konsolidasi fiskal, beliau mampu membawa Indonesia melalui situasi luar biasa sulit ini," tutur Suahasil.

Relevansi Lintasan Zaman dan Warisan Pengabdian

Prinsip-prinsip ketahanan fiskal yang diletakkan oleh Frans Seda dinilai Suahasil tetap menjadi kompas utama dalam menavigasi dinamika ekonomi Indonesia hingga hari ini.
 
Pembelajaran berharga mengenai konsolidasi dan efisiensi fiskal terus bertahan melintasi berbagai era perubahan kepemimpinan politik dan ekonomi nasional.

"Sampai hari ini, apa yang beliau terapkan masih sangat relevan dan menjadi acuan dalam penglolaan perekonomian Indonesia. Ilmu yang beliau ajarkan telah melalui berbagai masa, dari Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, dan dilestarikan kepada generasi-generasi Indonesia berikutnya melalui pengabdiannya sebagai salah satu pendiri sekaligus pendidik di @unikaatmajaya," jelasnya.
 

Sebagai penutup narasi penghormatannya, Menkeu Suahasil Nazara memberikan apresiasi khusus kepada Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya yang terus merawat serta menghidupkan warisan pemikiran akademis maupun nilai integritas dari almarhum Frans Seda.

"Terima kasih kepada @unikaatmajaya yang terus merawat serta menghidupkan semangat, warisan, dan nilai-nilai yang diajarkan Frans Seda. Setiap jabatan ada masa waktunya, namun tidak demikian dengan pengabdian. Itulah yang membuat seorang Frans Seda istimewa," ungkap Suahasil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini