NAWACITAPOST.COM — Di tengah ambisi besar pemerintah mematok Belanja Negara hingga menembus angka fantastis Rp4.000 triliun, kepastian dramatis menyeruak terkait pembiayaan program megah Pendidikan Negeri Gratis.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara tegas memastikan tidak akan ada suntikan dana segar atau porsi pagu khusus tambahan dalam RAPBN 2027 untuk merealisasikan janji strategis tersebut.
Langkah krusial ini menandaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kedisiplinan fiskal.
Eksekusi Program Pendidikan Negeri Gratis—yang membentang dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi—akan sepenuhnya diakomodasi melalui pengoptimalan serta efisiensi anggaran pendidikan yang telah dipatok sebesar Rp824 triliun.
“Jadi tetap yang ada di RAPBN, kemarin kan sudah ditetapkan untuk 2027. Tinggal bagaimana mendesainnya gimana,” kata Suahasil dalam konferensi pers di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Di bawah komando Suahasil Nazara, Kementerian Keuangan kini tengah mematangkan kalkulasi mendalam serta merancang cetak biru overview pendidikan nasional.
Penggodokan skema ini berfokus pada pengintegrasian program anyar ke dalam ekosistem pendidikan terpadu yang sedang berjalan.
Dia menjelaskan, pemerintah masih menyusun desain Program Pendidikan Negeri Gratis yang mencakup sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Termasuk juga di dalamnya menentukan mekanisme pelaksanaan dan kebutuhan anggarannya.
Langkah ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program prioritas nasional yang telah ada, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Unggulan Garuda, Sekolah Terintegrasi, hingga alokasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Jadi kami sedang mendesainnya, sedang membuat overview-nya, dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga ekosistem yang sudah ada,” katanya.
Suahasil menjelaskan, anggaran pendidikan yang telah tersedia dalam RAPBN 2027 mencapai sekitar Rp 824 triliun. Anggaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan pendidikan yang tersebar di pemerintah pusat maupun daerah.
Baca Juga: Tembus Rp210 Triliun, Kinerja Bea Cukai Perkasa Kumpulkan Penerimaan dan Hantam Penyelundupan
"Pendidikan itu ada pusat, ada APBD, ada kementerian-kementerian lain," kata dia.
Tangan dingin Suahasil Nazara dalam memetakan anggaran ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa integrasi program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak memicu pembengkakan defisit anggaran.
Penyesuaian akan dilakukan melalui pembagian porsi dan sinkronisasi lintas sektor, baik dana transfer daerah maupun anggaran sektoral kementerian.
Meski demikian, Suahasil belum memerinci berapa porsi anggaran yang akan digunakan secara khusus untuk menjalankan Program Pendidikan Negeri Gratis.
Pemerintah juga masih menyusun desain mengenai cakupan dan mekanisme program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto itu.
Di sisi lain, Suahasil juga belum memastikan apakah pelaksanaan sekolah negeri gratis akan memerlukan realokasi dari program pendidikan lainnya.
“Jadi tinggal bagaimana mendesainnya gimana,” katanya.
Keputusan rapat fiskal ini menegaskan arah kebijakan bendahara negara: tidak ada tambahan pagu khusus yang disiapkan untuk Program Pendidikan Negeri Gratis di luar benteng anggaran pendidikan yang telah disahkan.
Kepastian mengenai besaran pasti serta mekanisme eksekusinya kini berada di tangan tim perencana pemerintah yang tengah menuntaskan arsitektur final program tersebut.
Artikel Terkait
Maraton Bekerja Suahasil Nazara, Menkeu Baru Bergerak Cepat Jaga Stabilitas Ekonomi
Otomotif Melonjak 20 Persen, Menkeu Suahasil Nazara: Ekonomi Indonesia Sangat Resilien
Drama Gelap Perairan Batam: Operasi Senyap Bea Cukai Sapu Bersih Ratusan Ribu Rokok Ilegal
Bea Cukai Kediri Bongkar Modus Sepeda Motor Modifikasi Penjaja Rokok Ilegal di Jombang
Misteri Kluster Mewah Lapas Cibinong: Penghuni Panik Berlarian, Diduga Ada Napi Kabur