Minggu, 19 Juli 2026

Polemik Desa Tembarak Kertosono Terus Bergulir, Sekitar 11 Banner Terpasang di Jalan Imam Bonjol

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Minggu, 24 Maret 2024 | 07:54 WIB
Banner yang terpasang di depan Kantor Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (foto Sakera/Nawacita)
Banner yang terpasang di depan Kantor Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (foto Sakera/Nawacita)

Yang juga disertai gambar diantaranya, jalan paving, meteran listrik, kendaraan roda tiga, gapura gang XIV, dan taman depan perumahan yang diduga mangkrak.

Baca Juga: Terkait Warga Desa Tembarak Geruduk Kantor Desa, Ini Tanggapan Kadis PMD dan Camat

Banner yang terpasang di depan gang III (tiga) Desa Tembarak dengan tulisan Piye To Kiih!!... Listrike dalan mati opo strume colongan?!.. (foto Sakera/Nawacita)

Sementara pada banner yang berukuran 50 cm kali 90 cm ada beberapa tulisan yang berbeda diantaranya:

Piye To Kiih!!...
Penipuan bangun gorong-gorong dana 10jtAn dadine kok koyo ngene
Pembodohan publik gaya bangun jalan dana 162jt hasile ora layak
Listrike dalan mati opo strume colongan?!..

Tak hanya itu, pada berita tayang sebelumnya yang berjudul "Belum Selesai Agenda Pertemuan Warga dan Muspika, Aliran Listrik PJU Gang XIV Tembarak Diputus PLN" petugas PLN yang mengenakan seragam P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) beramai-ramai mendatangi gang XIV (empat belas) Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Nganjuk pada Senin (18/3/2024) lalu.

Baca Juga: Diduga Tak Paham Program Desanya Sendiri, Kades Dadapan Ngronggot Tak Dapat Menjelaskan

Ketika diwawancarai Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kertosono melalui Nadia membenarkan bahwa adanya kegiatan P2TL dikarenakan adanya ketidaksesuaian dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Jadi kalau ada kegiatan P2TL terkait dengan pelaksanaan pemutusan aliran listrik di gang XIV (empat belas) Desa Tembarak, Kertosono pada Senin (18/3/2024) kemarin," kata Nadia di lobby ULP PLN Kertosono pada Selasa (19/3/2024) siang.

Banner yang terpasang di depan gang VI (enam) Desa Tembarak (foto Sakera/Nawacita)

Nadia menambahkan, terkait dengan kegiatan P2TL yakni pelaksanaan pemutusan aliran listrik di gang XIV (empat belas) Desa Tembarak dirinya enggan menjelaskannya.

Baca Juga: Kades Dadapan Ngronggot Diduga Tak Paham Program Desanya Sendiri, Kadis PMD Buka Suara

"Sebelumnya mohon maaf, kalau secara rinci ini dari pihak kantor hanya dengan pelanggan yakni pihak Desa Tembarak, kalau mau tahu lebih rinci bisa ditanyakan langsung ke pihak Pemerintahan Desa Tembarak," imbuh Nadia.

Lanjut Nadia, awalnya petugas P2TL melakukan pengecekan di lokasi, terus menemukan ada yang tidak sesuai dengan SOP yang ada di sana.

"Dan kami sekali lagi mohon maaf tidak bisa menjelaskan lebih rinci, untuk lebih rincinya nanti sama pelanggan, untuk versi PLN ada yang tidak sesuai, dikarenakan adanya indikasi tertentu," ujar Nadia.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini