Sabtu, 11 Juli 2026

PSI Kehilangan 'Jokowi Effect', Ini Penyebabnya!

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 29 Februari 2024 | 13:06 WIB
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep (X)
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep (X)

NAWACITAPOST.COM - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia telah mengungkapkan alasan mengapa 'Jokowi Effect' tidak begitu melekat pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Padahal, saat ini PSI dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, hasil survei yang dilakukan sebelum Pemilu 2024 menunjukkan bahwa kurang dari 60% masyarakat mengenal PSI.

""Dari mereka yang kurang 60% kenal PSI itu adalah masyarakat kalangan menengah ke atas," tuturnya di Jakarta, dikutip Kamis(29/2/2024).

Baca Juga: Jadwal Bus Wisata Gratis Jogja Heritage Track, Jelajahi Kota Gudeg Tanpa Biaya!

Di sisi lain, Jokowi lebih dikenal oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Hal ini menjelaskan mengapa banyak pendukung Jokowi yang tidak mengenal PSI, terutama Kaesang.

" kelas menengah ke bawah, itu tidak tahu PSI dan tidak tahu Kaesang jadi Ketua Umum PSI. Itu yang membuat Jokowi Effect kurang maksimal terhadap PSI," katanya.

Meskipun demikian, Burhanuddin menegaskan bahwa 'Jokowi Effect' sangat terasa dalam pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Menurutnya, sebanyak 87% masyarakat mengetahui bahwa pasangan calon Prabowo-Gibran mendapat dukungan dari Presiden Jokowi.

Baca Juga: MUI Imbau Masyarakat Hindari Produk Terafiliasi dengan Israel untuk Hampers Ramadhan dan Lebaran

Berdasarkan penghitungan cepat oleh Lembaga Survei Indonesia pada Kamis (15/2/2024), PSI hanya memperoleh suara sebesar 2,9%. Sementara itu, penghitungan cepat Indikator Politik pada Jumat (16/2/2024) mencatat bahwa PSI hanya mengantongi 2,81% suara nasional dalam Pileg 2024.

Data penghitungan cepat oleh Poltracking Indonesia pada Sabtu (17/2/2024) juga menunjukkan bahwa PSI hanya mendapatkan 2,89% suara dalam Pileg 2024.

Sementara itu, berdasarkan data rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) per 29 Februari 2024, dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) terhimpun sebanyak 65,48 persen atau 539.054 dari 823.236, diketahui PSI hanya memperoleh 2.164.636 atau 2,86 persen.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini