NAWACITAPOST.COM - Suasana khusyuk menyelimuti Gereja Oikumene Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, saat puluhan warga binaan beragama Kristen mengikuti ibadah rutin yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padangsidimpuan. Selasa, 27 Februari 2024.
Ibadah ini merupakan bagian dari pembinaan kerohanian, yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan para warga binaan.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Horas Sihombing, dengan khotbah yang berfokus pada tema : "Pengampunan dan Keselamatan". Dalam khotbahnya, Pdt. Horas menekankan pentingnya pertobatan dan pengampunan dosa bagi setiap manusia, termasuk bagi para warga binaan.
Baca Juga: 02SN Jakarta Utara Ajang Pengembangan Prestasi Siswa
"Tuhan selalu mengasihi dan mengampuni dosa kita, asalkan kita mau bertobat dengan sungguh-sungguh," ujar Pdt. Horas.
Ibadah ini disambut dengan antusias oleh para warga binaan. Mereka terlihat khusyuk mengikuti setiap prosesi ibadah, mulai dari menyanyikan lagu pujian, mendengarkan khotbah, hingga doa bersama.
Kepala Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Japaham Sinaga, mengapresiasi peran Kemenag Kota Padangsidimpuan dalam menyelenggarakan ibadah rutin bagi para warga binaan.
Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan iman dan mental para warga binaan, sehingga mereka dapat kembali ke jalan yang benar setelah menjalani masa hukuman.
"Kami sangat berterimakasih kepada Kemenag Kota Padangsidimpuan yang telah konsisten menyelenggarakan ibadah rutin di Lapas. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para warga binaan untuk meningkatkan iman dan mental mereka," ujar Japaham.
Salah satu warga binaan, Rian, mengaku merasa terharu dan dikuatkan setelah mengikuti ibadah tersebut. Ia mengatakan bahwa ibadah ini memberikannya harapan dan semangat untuk menjalani sisa masa hukumannya.
Baca Juga: Wisata Tlatar Boyolali, Nikmati Berlibur dengan Keindahan Alam hingga Wahana Seru Bareng Keluarga
"Saya merasa terharu dan dikuatkan setelah mengikuti ibadah ini. Ibadah ini memberikan saya harapan dan semangat untuk menjalani sisa masa hukuman dan menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap Rian.
Ibadah rutin bagi para warga binaan Kristen di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan merupakan contoh nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam memberikan pembinaan kerohanian bagi para warga binaan.