Minggu, 19 Juli 2026

Permudah UKM Akses Pembiayaan Syariah, BSI Genjot Bisnis SME

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 21 Februari 2024 | 12:22 WIB
 Petugas layanan BSI KC The Tower sedang menjelaskan pembiayaan SME.   (BSI)
Petugas layanan BSI KC The Tower sedang menjelaskan pembiayaan SME. (BSI)

NAWACITAPOST.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin giat dalam menggenjot bisnis small medium enterprise (SME) atau UKM. Komitmen ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung inklusi UKM melalui ekosistem halal di sektor-sektor potensial seperti kesehatan, manufaktur, haji dan umroh, perkebunan, kehutanan, dan sektor-sektor Islam lainnya.

Menurut Direktur Retail Banking BSI, Ngatari, upaya ini mencerminkan semangat "Go Digital, Go Halal, Go UMKM" yang menjadi fokus perusahaan.

"UKM memegang peran penting dalam perekonomian bangsa, dan itulah mengapa BSI memberikan fokus khusus pada sektor ini untuk memperluas pangsa pasar perbankan syariah," ujar Ngatari, Rabu (21/2/2024).

Baca Juga: Mahfud MD Dorong Audit Sirekap KPU, Tapi Bukan dari Lembaga Pemerintah

Pada tahun ini, BSI akan terus mengembangkan potensi bisnis UKM di sektor-sektor industri yang memiliki potensi besar. Langkah ini mencakup peningkatan pembiayaan, pemeliharaan kualitas dan kapasitas tenaga pemasar BSI, serta penerapan pendekatan selektif dalam penetapan pasar.

Selain itu, BSI juga akan mempercepat proses bisnis melalui digitalisasi sehingga keputusan dalam menerima bisnis dapat diambil dengan cepat dan efisien. Tidak hanya itu, BSI juga telah memiliki 1.000 jaringan outlet yang dapat diakses oleh calon nasabah UKM untuk mendapatkan pembiayaan syariah serta pengembangan talenta UKM melalui program Talenta Wirausaha BSI dan BSI Aceh Muslimpreneur.

“Kami juga telah mendirikan pusat inkubasi UMKM melalui BSI UMKM Center di tiga kota yaitu Aceh, Yogyakarta, dan Surabaya. Selanjutnya, BSI berencana untuk membangun UMKM Center di wilayah-wilayah strategis dengan jumlah UMKM yang memiliki potensi besar untuk akses yang lebih mudah di masa mendatang,” kata Ngatari.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Berpotensi Menang Mutlak, Pengamat Ini Ungkap Sulit Gugat Hasil Pilpres 2024

BSI UMKM Center adalah program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, pembinaan, dan pendampingan serta menjadi tempat konsultasi bisnis UMKM. BSI juga menjadi fasilitator untuk membantu UMKM binaan agar mendapatkan sertifikasi halal. Hingga 31 Desember 2023, jumlah UMKM binaan BSI UMKM Center sebanyak lebih dari 3.000 nasabah dengan outstanding pembiayaan hingga Rp36,8 miliar.

Pada tahun lalu, pembiayaan SME di BSI tumbuh dengan baik. Hingga Desember 2023, pembiayaan SME perseroan mencapai Rp19,35 triliun atau 8% dari total pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp240,32 triliun.

Pembiayaan SME BSI berfokus pada bisnis-bisnis yang kuat dan sustainable dan tersegmentasi di pembiayaan modal kerja, investasi perorangan, dan badan usaha dengan limit pembiayaan mulai dari Rp200 juta sampai dengan Rp250 miliar. Selain tumbuhnya Outstanding Pembiayaan, Kualitas Pembiayaan SME juga membaik.

Baca Juga: Diusulkan Ganjar, Pengamat Bicara Peluang Hak Angket DPR Terhadap Pilpres 2024

"Oleh karena itu, kami terus mendorong peningkatan kapasitas UMKM agar dapat beradaptasi dengan era digital, baik dari segi kapasitas keuangan maupun akses digital," ujar Ngatari.

Selain itu, saat ini BSI juga telah meluncurkan portal UMKM dan Salam Digital. Platform ini dirancang untuk mendukung para pelaku UMKM Indonesia dalam meningkatkan kualitas produk lokal mereka sehingga mampu bersaing di pasar global.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini