Minggu, 19 Juli 2026

BSI Perkenalkan Platform Baru untuk Tingkatkan Transaksi Keuangan Syariah

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 2 Februari 2024 | 13:57 WIB
T Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) memperkenalkan Platform Transaction Banking.  (X)
T Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) memperkenalkan Platform Transaction Banking. (X)

NAWACITAPOST.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkenalkan Platform Transaction Banking, langkah signifikan dalam komitmennya untuk memperkuat inklusi keuangan syariah.

Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi transaksi perbankan, tetapi juga mendorong pengembangan Islamic Ecosystem yang terintegrasi untuk nasabah Institusi.

Direktur Wholesale & Transaction Banking BSI, Zaidan Novari, mengatakan, platform ini akan menjadi pendorong utama dalam membentuk ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi. "Kami bertekad menyajikan produk dan layanan keuangan syariah yang modern dan inklusif," kata Zaidan, Jumat (2/2/2024).

Baca Juga: Temukan Permata Tersembunyi Indonesia: 9 Wisata Bekas Tambang, Nomor 5 Dekat dari Jakarta!

Dengan konsep "single sign-on," Platform Transaction Banking BSI menawarkan kemudahan akses bagi nasabah ke layanan Cash Management, Value Chain, FX, dan Trade Finance dengan sekali klik.

Kelebihan platform ini terletak pada kemudahan akses ke berbagai fitur transaksi keuangan perusahaan, serta menjadi key driver Islamic ecosystem dengan fitur-fitur pendukung seperti pendaftaran NPWZ dan pembayaran zakat perusahaan.

Platform ini tidak hanya memberikan fleksibilitas waktu bagi nasabah Institusi, tetapi juga mendukung keamanan transaksi dengan proses otorisasi yang berjenjang dan fitur alert untuk transaksi anomali. Fitur penyimpanan data transaksi secara elektronik juga memberikan kemudahan dalam pemantauan dan pengarsipan data transaksi finansial, menjadikan transaksi lebih mudah, efisien, dan aman.

Baca Juga: Catat! Sertifikat Halal Wajib Bagi 3 Kelompok PKL Ini

Zaidan menyampaikan target pencapaian bisnis dari Platform Transaction Banking BSI. BSI menargetkan pertumbuhan dana murah nasabah pengguna sebesar 15%, mencapai Rp45 triliun.

Selain itu, target volume transaksi cash management, value chain, dan trade finance diharapkan mengalami peningkatan sebesar 32% menjadi Rp372 triliun, dengan frekuensi transaksi meningkat 30% menjadi 14 juta transaksi pada tahun ini.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini