Sabtu, 13 Juni 2026

Agustus Gea: 10 Alasan Himpunan Masyarakat Nias Indonesia Dukung Ganjar-Mahfud

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 6 Februari 2024 | 14:53 WIB
Agustus Gea
Agustus Gea

Ganjar-Mahfud adalah pasangan yang tidak terkait dengan masa lalu rezim Orde Baru. Artinya, mereka terbebas dari dosa-dosa masa lalu yang mungkin merugikan kepentingan rakyat.

Baca Juga: Dugaan Pemerasan Rp50 Juta oleh Bawaslu Surabaya, Relawan Gaspoll Bro Siap Laporkan APH

4. Tokoh Rakyat Biasa

Keduanya berasal dari lapisan masyarakat biasa dan tidak dibesarkan di dunia politik melalui keistimewaan atau privilégia. Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih mengerti, memahami, dan mewakili aspirasi masyarakat.

5. Tidak Mengeksploitasi Agama

Meskipun mendapat tuduhan sebaliknya, Ganjar telah membuktikan komitmennya dalam menjaga hubungan internasional dan menghindari kontroversi yang berpotensi merugikan nama baik Indonesia di mata dunia.

Bisa dibayangkan kalau kontingen kesebelasan Israel, terjadi sesuatu atas keselamatan mereka. Hal itu seperti yang terjadi saat mengikuti olimpiade di Munchen Jerman, muka Indonesia pasti tercoreng. Walaupun pada akhirnya yang melakukannya akan diproses secara hukum.

"Itu langkah ansipati yang hebat dari Ganjar Pranowo," kata Agustus Gea.

Baca Juga: DPR dan Pemerintah Setujui Revisi UU Desa, Masa Jabatan Kepala Desa 8 Tahun Maksimal 2 Periode

6. Janji Kampanye Realistis

Janji-janji kampanye Ganjar-Mahfud memiliki sifat yang realistis dan memungkinkan untuk direalisasikan. Dari pembangunan desa hingga kesejahteraan guru ngaji, mereka memiliki program-program konkret yang dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.

Ganjar-Mahfud MD mempersembahkan tujuh janji kampanye yang menawarkan visi pembangunan yang inklusif dan berdaya pada Indonesia. Dengan komitmen membangun dari desa, mereka mengusung program unggulan satu desa, satu fasilitas kesehatan, dan satu tenaga kesehatan, khususnya di daerah 3T seperti Merauke. Selain itu, Ganjar-Mahfud MD juga berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji dengan program Gaji Guru Ngaji.

Pasangan ini juga menawarkan solusi konkret terhadap masalah-masalah sosial yang mendesak, seperti solusi izin mendirikan rumah ibadah untuk memastikan kebebasan beribadah bagi seluruh umat beragama. Mereka juga berkomitmen untuk menasionalisasi penggunaan aspal Buton di seluruh jalan di Indonesia, memperbaiki regulasi distribusi pupuk guna menjamin kebutuhan petani, dan meningkatkan aksesibilitas bagi kelompok disabilitas dengan mendorong penyediaan infrastruktur yang inklusif.

Baca Juga: Mau Liburan Aesthetic? Ini 5 Pantai Cantik dan Hits di Madura, Nomor 3 Bali Sih Lewat

Dengan fokus pada pendidikan sebagai kunci utama untuk mengentaskan kemiskinan, Ganjar-Mahfud MD menegaskan pentingnya program satu keluarga miskin satu sarjana sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan dan memperkuat fondasi ekonomi rakyat.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini