Indonesia, katanya, perlu presiden pengganti Jokowi yang berpikir seperti Prabowo. Dia menilai jika mengubah yang sudah ada maka perlu waktu lama.
"Ini saya pikir perlu presiden yang paham dengan ini dan mau dengan ini. Jangan pula nanti ubah ganti lain, mengganti lagi kita riset 4 tahun, (contoh) mengenai seaweed ini atau lebih, dan sekarang kalau mungkin dibongkar lagi kapan kita mau maju?" katanya.
"Ingat bonus demografi kita itu hanya berjalan sampai 2030 setiap tahun kita lengah, setiap tahun kita kehilangan momentum. Sehingga kita tidak bisa keluar lagi dari income middle trap, dan kita nanti tidak bisa jadi negara high income country, dan tidak bisa juga kita nanti kita 10 ribu dollar per kapita terjectory yang kita lihat sampai 2030," imbuhnya.
Luhut juga melontarkan pujian ke Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Luhut meminta semua pihak jangan memandang orang dengan sebelah mata.
Baca Juga: KPU Tetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2024
"Dan calon wakil presiden tuh saya kenal ke saudara Gibran dari sejak muda bagaimana keteguhan hatinya, maka saya tidak setuju waktu disampaikan anak ingusan karena orang tidak berhitung. Sama seperti Pak Jokowi waktu beliau jadi wali kota, orang memandang sebelah mata, kita belajar orang-orang Indonesia jangan pernah memandang sebelah mata orang lain, orang lain tuh punya kemampuan tersembunyi yang tidak terlihat karena dia belum dapat kesempatan," ujar Luhut.
Gibran, katanya, memiliki rekam jejak yang bagus di Solo. Menurutnya, Gibran akan sama dengan Jokowi yang dulunya hanya Wali Kota Solo hingga saat ini menjadi Presiden RI.
"Saya kenal Mas Gibran ini sebenarnya juga belum lama-lama amat tapi saya lihat sepak terjangnya di Solo sama seperti ayahnya, Pak Jokowi waktu beliau menjadi Wali Kota, saya kenal beliau jadi wali kota, tidak ada orang yang pernah menduga pak jokowi akan sehebat ini. Karena waktu itu orang melihat bahwa Pak Jokowi ini hanya wali kota di Solo, masa iya terus bisa jadi presiden," ucapnya.
Baca Juga: Langgar Jadwal Kampanye, Bawaslu Surabaya Hentikan Konser Gaspol Ahmad Dhani
Luhut meyakini Gibran akan mengikuti jejak Ayahnya dalam memimpin. Luhut optimistis Gibran mampu.
"Tapi saya terus terang melihat tidak begitu, karena saya lihat Pak Jokowi punya determenasi yang tinggi, kemudian saya lihat Pak Gibran itu juga menata Solo itu juga luar biasa saya pergi beberapa kali ke Solo, dan saya lihat dia mengikuti jejaknya Pak Jokowi," katanya.
Luhut juga bicara mengenai sosok Prabowo. Dia mengaku kenal Prabowo selama 40 tahun, dan sudah mengetahui kinerja Prabowo seperti apa.
Baca Juga: Turnamen Esports 'Ning Lucy Cup 2024' Resmi Dibuka di Pakuwon City Mall
"Dengan Pak Prabowo saya sudah berkenalan mungkin hampir 40 tahun ya, berteman bersama-sama. Kami sama-sama di Kopassus di baret merah, dan saya kenal waktu dia masuk di Kopassus letnan 2, dan saya waktu itu letnan 1, dan tugas operasi di Timtim maupun di beberapa tempat lain yg ditentukan, ada yang tertutup, ada yang terbuka, itu dilakukan dengan baik. Saya katakan bahwa proven itu kalau mungkin bahasa kerennya, ya sudah terbukti lah mampu memanage dalam keadaan susah sekalipun," ungkapnya.
Artikel Terkait
Cak Ji: Ganjar-Mahfud Bawa Kesejahteraan, Hajatan Rakyat di GBK Penuh Aura Kemenangan!
Turnamen Esports 'Ning Lucy Cup 2024' Resmi Dibuka di Pakuwon City Mall
Langgar Jadwal Kampanye, Bawaslu Surabaya Hentikan Konser Gaspol Ahmad Dhani
KPU Tetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2024
'Tunjukkan Cintamu pada Pemilu', Bawaslu Surabaya on Car Free Day Ajak Warga Tolak Politik Uang dan Awasi Pemilu