Peristiwa intoleransi yang disertai teror dan kekerasan yang terjadi menunjukkan kegagalan antisipasi oleh pihak pemerintah daerah terhadap potensi eskalasi konflik.
PGI prihatin, karena tindakan teror dan kekerasan tersebut juga berpotensi menimbulkan trauma mendalam bagi korban, terutama anak-anak.
PGI meminta pemerintah, dan mengajak para aktivis dan pegiat kebebasan beragama dan berkeyakinan untuk memberikan pendampingan psikologis dan layanan trauma healing, khususnya bagi para korban termasuk anak-anak yang sudah dievakuasi.
Perlindungan dan pemulihan psikologis merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pemulihan pasca-insiden.
PGI mengajak gereja-gereja di seluruh Indonesia untuk mendoakan agar peristiwa intoleransi yang disertai teror dan kekerasan serta persekusi atas nama agama seperti ini tidak terulang, termasuk mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban tindakan intoleran.
PGI meminta Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk segera mengevaluasi Peraturan Pemerintah mengenai Kerukunan Umat Beragama.
PGI berharap peraturan tersebut menjadi instrumen yang efektif untuk memastikan kepatuhan terhadap konstitusi dan perlindungan terhadap hak setiap warga negara dalam menjalankan keyakinan dan ibadahnya dengan aman dan damai.
Sebab, hak untuk beragama, berkeyakinan, dan beribadah merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.
PGI percaya bahwa Indonesia yang adil, damai, dan beradab hanya dapat terwujud bila seluruh komponen bangsa berkomitmen menjunjung tinggi konstitusi, menjauhkan diri dari kekerasan dan sikap intoleran, serta membangun kehidupan bersama dalam semangat cinta kasih dan perdamaian.
Artikel Terkait
Kolaborasi PGI dan Pewarna ID: Optimalisasi Media untuk Umat Kristiani
Paus Fransiskus Wafat, PGI: Dunia Kehilangan Sosok Ayah Rohani Lintas Iman
PGI Selenggarakan Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sebagai Bentuk Kepedulian Kemanusiaan
PGI Sambut Terpilihnya Paus Leo XIV, Harap Kepemimpinan yang Membela Martabat Kemanusiaan
Krisis Ekologi di Tano Batak, PGI dan Gereja Sumut Desak Penutupan PT TPL