Minggu, 19 Juli 2026

Krisis Ekologi di Tano Batak, PGI dan Gereja Sumut Desak Penutupan PT TPL  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 15 Mei 2025 | 10:45 WIB
PT TPL terbukti tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. (Istimewa)
PT TPL terbukti tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. (Istimewa)

 

NAWACITAPOST.COM - Pertemuan para pimpinan gereja dan lembaga keumatan se-Sumatera Utara (Sumut) berlangsung di Universitas Nomensen, Pematangsiantar, pada Rabu, 14 Mei 2025. Dalam pertemuan yang diinisiasi oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan United Evangelical Mission (UEM) itu, muncul seruan yang semakin kuat agar operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Tano Batak segera dihentikan.

Seruan tersebut mencerminkan keprihatinan mendalam atas krisis ekologi dan sosial yang dirasakan masyarakat akibat kehadiran perusahaan industri bubur kertas tersebut. Dalam pidato kunci, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan menekankan bahwa kehadiran PT TPL terbukti tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Sebaliknya, menurutnya, perusahaan tersebut justru menjadi pemicu kerusakan lingkungan dan konflik horizontal di tengah masyarakat. Paparan mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh TPL disampaikan oleh Tim Kompilator Data Kerusakan Lingkungan di kawasan Danau Toba.

Tim ini bekerja di bawah koordinasi Litbang PGI dan menyajikan berbagai bukti tentang kerusakan ekologis yang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan gereja di Sumut, di antaranya Ephorus HKI, Sekretaris Jenderal GKPS, Sekretaris Jenderal GKPI, Ketua Sinode GKI Sumut, Bishop HKIP, Praeses GMI, dan utusan dari GPP serta Vikep Keuskupan Agung Medan.

Baca Juga: Terpilih Jadi Ketua Dewan Pers, Ini Profil Komaruddin Hidayat  

Turut hadir pula perwakilan lembaga keumatan seperti PIKI Siantar dan Simalungun, PWKI Sumut, GAMKI Siantar, Rektor Universitas HKBP Nommensen, serta Rektor IAKN Tarutung. Pdt. Etika Saragih selaku Sekretaris Eksekutif bidang Keadilan dan Perdamaian PGI menyampaikan bahwa pertemuan ini mempertegas suara keprihatinan gereja-gereja di Sumut terhadap kondisi yang ditimbulkan oleh TPL.

Ia mengatakan bahwa seruan penutupan operasional TPL semakin lantang disuarakan oleh para pimpinan gereja. "Dari pertemuan ini jelas bahwa seruan keprihatinan atas krisis ekologi dan sosial akibat dampak kehadiran PT TPL di Tano Toba semakin menguat. Seruan penutupan operasional PT TPL pun semakin kuat disuarakan oleh pimpinan Gereja-gereja se-Sumatera Utara," tegas Pdt Etika Saragih.

Ia juga menyatakan bahwa PGI akan terus mendukung perjuangan gereja-gereja setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk mendukung upaya penutupan PT TPL. Para pimpinan gereja juga menyampaikan apresiasi kepada PGI atas penyelenggaraan pertemuan ini.

Mereka berharap PGI dapat membantu memfasilitasi pertemuan antara para pimpinan gereja dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk menyampaikan secara langsung aspirasi dan keprihatinan masyarakat Tano Batak serta pimpinan gereja terhadap dampak kehadiran PT TPL di kawasan tersebut.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini