NAWACITAPOST.COM - Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2025 sukses digelar pada 10-12 Mei 2025, di Taman Aksobhya, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Festival yang diselenggarakan oleh Yayasan Meccaya Surya Prakasa ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Waisak dan telah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya.
Ketua Pelaksana BPF 2025, Jeffry Yunus, menjelaskan bahwa festival ini merupakan agenda tahunan yang fokus pada pemberdayaan UMKM, perdamaian, serta keberkahan. Jeffry berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar untuk kegiatan ini, termasuk endorsment resmi.
"Agenda kita lebih kepada bagaimana pemberdayaan UMKM, perdamaian, keberkahan dan itu yang kami mungkin nanti kita juga ingin pemerintah mengendorse, dan saya sudah bicara dengan pak Wamen Kebudayaan dan juga media Nawacita juga," ungkapnya.
Rangkaian acara BPF 2025 dimulai sejak tanggal 10 Mei dengan kegiatan bertajuk "Merti Karuna Bumi," dilanjutkan dengan kegiatan lain di Candi Pawon pada tanggal 11 dan 12 Mei. Kegiatan tersebut meliputi Bhumi Mandala Festival, serta Larung Pelita Purnama Siddhi. Puncak acara berlangsung pada tanggal 11 Mei di Taman Aksobhya, yang merupakan lokasi utama festival.
Jeffry juga menyebutkan bahwa festival tahun ini mengangkat tema yang selaras dengan UNICEF dan membawa semangat kerjasama yang kuat. "Kami bersyukur juga dengan Pak Ricky Surya Prakasa sebagai inisiator daripada BPF ini dan saya membackup beliau pada prinsipnya saya memang di lapangan dan saya merdeka beliau itu," katanya.
Selain itu, festival tahun ini turut melibatkan tokoh-tokoh penting dan beragam kalangan, seperti Putri Indonesia dan tamu dari Harvard, sebagai bentuk dukungan dan energi positif yang diharapkan membawa dampak baik untuk perkembangan acara di masa depan. Jeffry berharap kehadiran mereka dapat menjadi branding yang memperkuat posisi festival dan pariwisata Indonesia.
"Putri Indonesia juga branding kita untuk tingkat pariwisata paling utama," ujarnya.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya dan spiritual, tetapi juga menjadi simbol persatuan antarumat beragama. Jeffry menegaskan bahwa doa bersama dari berbagai agama, seperti Buddha, Kristen, Hindu, dan Islam, merupakan bagian penting dari identitas festival ini.
Melalui keberagaman yang harmonis, Borobudur Peace & Prosperity Festival, Yayasan Meccaya Surya Prakasa ingin menegaskan pesan perdamaian dan persatuan yang kuat di tengah masyarakat. Dengan antusiasme yang tinggi dari peserta dan dukungan berbagai pihak, Jeffry optimistis bahwa BPF akan terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan lebih berdampak.
Baca Juga: Duta Besar Maroko Terkesan dengan BPF 2025: Momen Damai dan Magis di Tengah Dunia yang Penuh Konflik
"Harapannya, kegiatan ini bisa semakin memperkuat nilai-nilai persatuan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dari sisi ekonomi dan pariwisata. Dukungan dari pemerintah dan stakeholder terkait juga diharapkan dapat semakin mendorong kemajuan festival ini pada tahun-tahun mendatang," pungkasnya.
Artikel Terkait
Diduga Mark Up Anggaran dan Langgar Aturan, Pemasangan 37 Titik Lampu di Desa Sidokare Rejoso PJU Telan Rp46,2 juta
Manfaatkan Lahan Kosong, Lapas Kelas III Gunungtua Lakukan Penanaman Kangkung
Bupati Anton Nyatakan Dukungan Kemajuan KONI Kabupaten Rokan Hulu Dibawah Komando Navliwanda Ade Putra Menuju Porprov Riau
DPRD Jatim Dukung Syakirah Ashila Wakili Jawa Timur di Ajang Puteri Kebaya Indonesia
Gubernur Banten Andra Soni : Literasi Adalah Pondasi Ciptakan SDM Unggul