Minggu, 19 Juli 2026

Duta Besar Maroko Terkesan dengan BPF 2025: Momen Damai dan Magis di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 15 Mei 2025 | 08:49 WIB
Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadiâ Benabdellah turut menghadiri Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2025.  (Istimewa)
Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadiâ Benabdellah turut menghadiri Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2025. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2025 sukses digelar pada 10-12 Mei 2025 di Taman Aksobhya, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Festival ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Waisak dan telah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya. Diinisiasi oleh Yayasan Meccaya Surya Prakasa, acara ini menghadirkan suasana reflektif dan kontemplatif di tengah peninggalan sejarah yang penuh makna spiritual.

Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadiâ Benabdellah, menyampaikan kesan mendalamnya terhadap kegiatan ini. Ia menggambarkan pengalaman tersebut penuh makna. Baginya, aura ketenangan dan kedamaian terasa dari ekspresi para pengunjung.

“Kegiatan hari ini, salah satu dari semua rangkaian kegiatan selama tiga hari ini, sangat kaya, bahkan lebih dari itu sangat spiritual. Saya melihat di wajah semua tamu, semua pengunjung, semua orang, ada rasa spiritualitas yang mendalam,” ujarnya.

Sebagai perwakilan dari Kerajaan Maroko, ia mengaku telah dua kali menghadiri festival ini. Kali pertama pada dua tahun yang lalu, di mana ia sudah merasakan kekuatan spiritual yang dihadirkan. Ia juga mengapresiasi inisiatif untuk melibatkan lebih banyak diplomat dalam kegiatan ini.

Duta Besar Maroko hadir di Borobudur Peace & Prosperity Festival 2025, merasakan kedamaian dan spiritualitas. (Istimewa)

“Ketika saya datang dua tahun lalu, saya sudah merasakan semangat dari festival ini. Dan saya berterima kasih kepada Pak Riki yang meminta saya membawa para duta besar. Saya bangga karena kali ini kami datang dengan enam duta besar untuk merasakan, menemukan, dan berbagi momen-momen luar biasa ini,” tambahnya.

Festival ini menjadi sarana untuk menyampaikan pesan perdamaian lintas budaya dan bangsa. Dalam situasi global yang penuh ketegangan dan konflik, momen seperti ini menjadi penting untuk mengingatkan kembali nilai-nilai dasar kemanusiaan.

“Sebagai seorang diplomat, melihat apa yang terjadi di seluruh dunia saat ini—konflik dan kekacauan—acara seperti ini mendorong kita untuk kembali melihat ke dalam diri sendiri, menyadari bahwa kita adalah manusia. Dan menjadi manusia berarti lebih dari sekadar bertarung satu sama lain. Kita perlu hidup dalam damai, penuh cinta, dan saling bersahabat satu sama lain,” tuturnya menutup pernyataan.

Sementara itu, ambassador dan influencer, William Saputra, menyampaikan pandangannya secara lebih personal. Ia menggambarkan pengalaman hari itu sebagai momen refleksi diri yang menyegarkan. Pemandangan alam yang asri di sekitar Borobudur memberi ruang untuk kontemplasi dan syukur.

Baca Juga: Jadi Tentara Bayaran Rusia, Ini Profil Satriya Arta Kumbara  

“Rangkaian hari ini membersihkan diri, lebih banyak refleksi—refleksi diri ya, bukan refleksi kaki. Terus juga pemandangannya segar banget, jadi sama teman-teman duta besar juga pada berbahagia. Semoga terutama buat bangsa Indonesia, kita doakan makin kompak, damai, sejahtera, maju,” ucapnya.

Ia juga menyinggung tentang harapannya terhadap masa depan Indonesia, menyampaikan optimisme tentang posisi ekonomi nasional yang terus berkembang. “Jadi sebentar lagi kita akan jadi bangsa nomor lima terbesar ekonominya di dunia. Jadi yang penting kita damai dan saling bersatu. Ya, positif thinking, positif pasti akan semakin,” lanjutnya.

Bagi William, yang paling ia nantikan adalah hari berikutnya dalam rangkaian acara, yang menurutnya akan membawa pengalaman yang lebih mendalam. "Jadi coba kita bersyukur terus, jadi bawa dampak positif buat sesama kita, orang-orang sekitar kita. Itu sih, damai banget rasanya dan bahagia. Terima kasih, thank you ya bro,” katanya.

Borobudur Peace & Prosperity Festival bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi telah menjadi titik temu budaya, spiritualitas, dan perdamaian yang mendalam. Melalui berbagai kegiatan selama tiga hari, peserta dari berbagai latar belakang dipersatukan oleh semangat refleksi dan harapan untuk masa depan yang lebih harmonis.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini